Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sumber Kekayaan CEO dan Owner Japfa (JPFA) Handojo Santosa

Handojo Santosa, salah satu orang terkaya di Indonesia, merupakan Direktur Utama sekaligus pemilik saham utama PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA).
Handojo Santosa, salah satu orang terkaya di Indonesia, merupakan Direktur Utama sekaligus pemilik saham utama PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA). Handojo meninggal dunia pada Minggu (25/9/2022).
Handojo Santosa, salah satu orang terkaya di Indonesia, merupakan Direktur Utama sekaligus pemilik saham utama PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA). Handojo meninggal dunia pada Minggu (25/9/2022).

Bisnis.com, JAKARTA — Kabar duka datang dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA). Perusahaan unggas tersebut melaporkan bahwa Direktur Utama JPFA Handojo Santosa telah meninggal dunia pada Minggu, 25 September 2022.

Handojo Santosa mengawali kariernya di Japfa pada 1986 sebagai manajer di Divisi Minyak Nabati di Tanjung Perak, Surabaya. Dia bertanggung jawab atas kegiatan operasional harian di divisi tersebut.

Handojo kemudian mengisi kursi direksi sejak 1989 dengan posisi sebagai wakil direktur utama. Dia kemudian diangkat sebagai direktur utama pada 1997 berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.

Sejak saat itu, Handojo mengemban tugas memimpin seluruh kegiatan strategis dan operasional perusahaan. Di bawah kepemimpinannya, Japfa Comfeed makin berkembang dan melakukan ekspansi ke sejumlah negara tetangga melalui induknya Japfa Ltd.

Forbes pernah mendaulat Handojo dalam 50 besar orang terkaya di Indonesia. Kekayaan bersihnya pada 2020 diperkirakan mencapai US$735 juta atau sekitar Rp11 triliun.

Sumber kekayaan Handojo Santosa mayoritas berasal dari bisnis vertikal Japfa Ltd, induk JPFA yang tercatat di bursa Singapura. Bisnis peternakan perusahaan yang juga dipimpin Handojo tersebut membentang dari Indonesia hingga China.

Operasional bisnis Japfa mencakup produksi pakan ternak, pengembangbiakan, peternakan, hingga pengolahan makanan berbasis protein. Saat ini Japfa beroperasi di Indonesia, Vietnam, Myanmar, India, Bangladesh, dan China.

Japfa Ltd. tercatat membukukan pendapatan sebesar US$2,49 miliar atau sekitar Rp37,10 triliun pada semester I/2022, naik 10 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$2,26 miliar.

Pada 2021, pendapatan Japfa Ltd. mencapai US$4,63 miliar, naik sekitar US$1,7 miliar dari capaian 2020 sebesar US$3,86 miliar. Mayoritas pendapatan disumbang oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) dengan porsi mencapai 68 persen dari total pendapatan.

JPFA sendiri turut membukukan kenaikan pendapatan sepanjang semester I/2022. Penjualan Japfa Comfeed naik 10,74 persen secara tahunan menjadi Rp24,48 triliun, dari Rp22,10 triliun pada semester I/2021.

Penjualan JPFA terutama ditopang oleh segmen peternakan komersial yang menyumbang Rp9,62 triliun, meningkat 10,45 persen yoy dari Rp8,71 triliun pada tahun sebelumnya. Segmen pakan ternak menjadi penyumbang terbesar kedua dengan nilai penjualan sebesar Rp6,87 triliun, naik dari realisasi tahun lalu Rp6,47 triliun.

Pada saat yang sama, beban pokok penjualan Japfa tercatat naik 18,76 persen menjadi Rp20,08 triliun, dibandingkan dengan Rp16,90 triliun pada semester I/2021.

Kenaikan beban pokok penjualan terutama disumbang dari pos bahan baku yang digunakan yang mencatatkan kenaikan sebesar 17,50 persen secara tahunan menjadi Rp17,37 triliun. Pada Januari—Juni 2021, beban bahan baku berada di Angka Rp14,78 triliun.

Kenaikan beban pokok penjualan yang lebih tinggi dari kenaikan penjualan membuat laba kotor JPFA tergerus 15,34 persen yoy dari Rp4,40 triliun pada semester I/2021 menjadi Rp5,19 triliun pada semester I/2022.

Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 27,93 persen menjadi hanya Rp1,11 triliun dari Rp1,54 triliun pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper