Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Risiko Inflasi dan Tensi Politik Jelang Pilpres, Investor Obligasi Hati-Hati

Investor sebaiknya berhati-hati karena pasar obligasi masih mendapat sentimen dari faktor ekonomi dan kenaikan suku bunga The Fed serta kondisi geopolitik.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 02 Oktober 2022  |  14:25 WIB
Risiko Inflasi dan Tensi Politik Jelang Pilpres, Investor Obligasi Hati-Hati
Investor sebaiknya berhati/hati karena pasar obligasi masih mendapat sentimen dari faktor ekonomi dan kenaikan suku bunga The Fed serta kondisi geopolitik.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Investor pasar surat utang atau obligasi perlu berhati-hati dalam melakukan investasi, sebab ada sejumlah sentimen yang membayangi hingga beberapa tahun mendatang.

Analis Obligasi Samuel Sekuritas Indonesia, Fikri C. Permana mengatakan, investor sebaiknya berhati-hati karena pasar obligasi masih mendapat sentimen dari faktor ekonomi dan kenaikan suku bunga The Fed serta kondisi geopolitik.

“Apalagi di Indonesia pertengahan 2023 mungkin sudah mulai ada tensi politik dalam negeri karena mau pilpres dan pileg, jadi tetap berhati-hati. Tetap sesuaikan saja profil risiko dengan gaya investasi,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (2/10/2022).

Fikri menambahkan, ke depan ada sejumlah sentimen yang dapat mendongkrak kinerja surat utang negara (SUN), di antaranya harga komoditas yang diharapkan melandai, penurunan risiko inflasi global, serta manufaktur yang kembali positif sehingga pertumbuhan ekonomi bisa terdorong lebih tinggi.

“Jadi mungkin risiko inflasi dari sisi cost juga akan berkurang. Nanti baru di pertengahan 2023 kita baru akan melihat reli dari SUN dan sebagainya,” imbuhnya.

Sebelumnya, kenaikan yield treasury AS 10 tahun ke level 3,90 persen ikut mendongkrak yield SBN Indonesia tenor 10 tahun ke level 7,5 persen, sehingga harga SBN pun menurun.

Pasar surat utang ke depan terutama tenor jangka panjang masih akan tertekan seiring dengan kenaikan suku bunga The Fed dan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara Obligasi investasi Suku Bunga
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top