Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Boros Listrik, Bitcoin Cs Memiliki Dampak Iklim Lebih Besar Dibanding Emas

Kerugian iklim yang dihasilkan dari bitcoin berasal dari ketergantungannya pada proses komputasi untuk memverifikasi transaksi.
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 30 September 2022  |  18:41 WIB
Boros Listrik, Bitcoin Cs Memiliki Dampak Iklim Lebih Besar Dibanding Emas
Kerugian iklim yang dihasilkan dari bitcoin berasal dari ketergantungannya pada proses komputasi untuk memverifikasi transaksi. Dalam penambangannya, bitcoin membutuhkan pengeluaran listrik yang besar - Ilustrasi Bitcoin.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah penelitian dari University of New Mexico yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports menunjukkan bahwa mata uang kripto (cryptocurrency) memiliki dampak iklim yang lebih besar daripada penambangan emas.

Penelitian itu dilakukan dengan cara menilai biaya iklim berbagai komoditas sebagai bagian dari kapitalisasi pasar mereka secara keseluruhan. Hasilnya, komoditas batu bara menyebabkan kerusakan yang hampir sama besarnya dengan seluruh nilai pasar, dengan rasio 95 persen.

Komoditas lain, seperti produksi daging babi menghasilkan dampak iklim yang sangat besar secara absolut.

Kemudian, cryptocurrency bitcoin menghasilkan kerusakan iklim dalam produksinya dengan rata-rata 35 persen dari nilai pasar selama lima tahun terakhir. Angkanya memuncak menjadi 82 persen pada 2020.

Angka kerusakan iklim bitcoin sebanding dengan produksi daging sapi yang menyebabkan kerugian sebesar 33 persen dari pasarnya, atau gas alam yang mencapai 46 persen.

Sedangkan, dampak dari penambangan bitcoin itu jauh melebihi dampak yang dihasilkan oleh penambangan emas yang hanya menghasilkan 4 persen dari nilai pasarnya. Padahal, emas merupakan komoditas yang paling banyak dibandingkan dengan cryptocurrency.

Menurut penelitian itu, kerugian iklim yang dihasilkan dari bitcoin berasal dari ketergantungannya pada proses komputasi untuk memverifikasi transaksi. Dalam penambangannya, bitcoin membutuhkan pengeluaran listrik yang besar.

"Kerusakan iklim dari penambang bitcoin ini melebihi nilai koin yang dihasilkan, sebagian besar karena konsumsi listrik itu," ungkap penelitian tersebut dikutip dari The Guardian pada Jumat (30/9/2022).

Isu dampak lingkungan yang dihasilkan dari penambangan cryptocurrency ini memang sudah lama muncul. Tahun lalu, miliarder yang juga pendiri Microsoft Bill Gates mengatakan bahwa cryptocurrency membawa ancaman pada keberlangsungan bumi.

Sebab, dalam penambangannya cryptocurrency membutuhkan pembangkit listrik yang masih menggunakan bahan bakar fosil dan menghasilkan karbon dioksida (CO2). "Bitcoin menggunakan lebih banyak listrik per transaksi daripada metode lain yang dikenal umat manusia," kata Gates dikutip dari Forbes tahun lalu (9/3/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cryptocurrency aset kripto bitcoin listrik
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top