Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Merger & Akuisisi Emiten Konsumer dan Energi Terbarukan Bakal Melesat

Emiten di sektor konsumer diproyeksikan terus bertumbuh mengingat basis konsumen Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 29 September 2022  |  20:39 WIB
Merger & Akuisisi Emiten Konsumer dan Energi Terbarukan Bakal Melesat
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/7/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Peluang merger dan akuisisi (M&A) perusahaan Indonesia di sejumlah sektor diproyeksikan kian terbuka lebar dalam jangka waktu 5 tahun ke depan.

CEO Protemus Capital, Wiljadi Tan menjelaskan, aksi M&A akan tumbuh seiring dengan pandemi Covid-19 yang semakin mereda.

“Salah satu katalisnya adalah valuasi yang semakin reasonable menjelang pandemi, sehingga transaksi M&A masih terjadi secara selektif,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (29/9/2022).

Selain itu, katalis lainnya berasal dari berkurangnya appetite investor asing, sehingga investor lokal dapat lebih berperan khususnya karena valuasi yang cenderung menurun.

Ke depannya, sektor konsumer diproyeksikan terus bertumbuh mengingat basis konsumen Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik.

“Selain itu, tren bisnis baru yang ESG friendly seperti renewable energy akan berkembang dalam 5 tahun ke depan,” imbuh Wiljadi.

Dia pun mengungkapkan strategi Protemus Capital dalam melancarkan aktivitas M&A, salah satunya dengan strategi top-down.

Artinya, mulai dari sektor yang sedang bertumbuh atau konsolidasi yang diyakini prospektif, seperti telekomunikasi khususnya infrastruktur telekomunikasi.

Lebih lanjut, sektor keuangan seperti perbankan juga berpotensi melakukan M&A untuk memenuhi ketentuan modal minimum dari OJK, serta sektor multifinance dengan ketentuan modal minimal Rp250 miliar.

“Kami approach beberapa perusahaan yang merupakan target akuisisi, seperti perusahaan fiber optic dan tower masih merupakan target yang menarik,” tutupnya.

Ada pergeseran tren M&A yang menarik sejak pandemi, seperti sektor technology, media and telecom (TMT) khususnya telekomunikasi yang paling diminati di Indonesia.

Protemus Capital fokus menangani transaksi M&A dengan nilai antara US$50 juta—US$60 juta di berbagai sektor, salah satu contohnya M&A berupa exit strategy pada perusahaan produsen keramik di Surabaya, yang telah memiliki beberapa perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebelumnya, Protemus juga terlibat dalam divestasi aset bisnis anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) senilai Rp801 miliar untuk 10.745 km tertagih yang telah dilakukan pada 4 Agustus 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Merger & Akuisisi Emiten Konsumsi Aksi Korporasi pandemi corona
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top