Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

ABMM Bakal Rombak Jajaran Petinggi GEMS Pasca Pegang 30 Persen Saham

Emiten holding multisektor jagoan Lo Kheng Hong, PT ABM Investama Tbk. (ABMM) bakal merombak emiten Grup Sinar Mas, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS).
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 19 September 2022  |  18:30 WIB
ABMM Bakal Rombak Jajaran Petinggi GEMS Pasca Pegang 30 Persen Saham
Proses pengapalan batu bara dari conveyor belt ke kapan tongkang. - abm/investama.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten holding multisektor jagoan Lo Kheng Hong, PT ABM Investama Tbk. (ABMM) bakal merombak emiten Grup Sinar Mas, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS).

Direktur ABMM Adrian E. Sjamsul mengatakan, dengan akuisisi tersebut, ABMM akan merombak manajemen GEMS lantaran Perseroan berhak untuk beberapa posisi baik di direksi maupun komisaris di GEMS. "Karena GEMS perusahaan publik, perubahan direksi akan dilakukan di RUPS selanjutnya," ujar Adrian kepada Bisnis, Senin (19/9/2022).

Di dalam afiliasi tersebut, Adrian mengatakan akan ada banyak hal yang bisa dikembangkan ABMM bersama dengan GEMS, seprrti pengembangan tambang dan pasar. "Misalnya ada tambang yang belum dikerjakan akan dikembangkan, dan banyak lagi. Ini perfect collaboration. Yang terpenting agar operasional di GEMS bisa lancar," katanya.

Dari akuisisi tersebut, akan berpengaruh pula pada pendapatan ABMM. Adrian mengungkap hasil kinerja GEMS akan mulai tercatat pada laporan keuangan ABMM pada September dan seterusnya. "Banyak tambahannya, bukan kepada pendapatan saja. Nanti, net income akan bertambah sesuai dividen dan Ebitda juga akan bertambah. Itu akan memberikan impact yang besar ke depan" jelasnya.

Menanggapi banyak perusahaan yang melepas batu bara, Adrian menyebut ABMM justru ingin menangkap potensi kebutuhan batu bara dunia yang masih tinggi  di tengah cekaknya ketersediaan.

"Dunia masih membutuhkan batu bara. Kebutuhan itu masih ada tapi batu bara cenderung habis, sementara cadangan GEMS 1 miliar ton. Masih banyak potensi untuk memenuhi kebutuhan dunia," jelasnya.

Adapun, batu bara GEMS dinilai memiliki spesifikasi yang diminati di seluruh dunia, yang akan membuat penjualan batu bara GEMS menjadu sangat mudah.

"Untuk membuka pasar selanjutnya, kita akan bantu juga, tapi yang ada sekarang saja sudah bagus," imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

abmm gems lo kheng hong batu bara
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top