Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Melemah Pekan Lalu, Ini Prospek Saham-Saham Kecil dan Menengah

Mayoritas saham-saham IDX SMC sedang dalam fase uptrend dalam beberapa waktu terakhir.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 18 September 2022  |  15:12 WIB
IHSG Melemah Pekan Lalu, Ini Prospek Saham-Saham Kecil dan Menengah
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/9/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten konstituen indeks saham berkapitalisasi kecil dan menengah IDX SMC Composite maupun IDX SMC Liquid diperkirakan masih memiliki prospek yang cerah di tengah kondisi pasar saat ini. Kinerja keduanya tercatat berada di atas indeks saham berkapitalisasi besar anggota IDX30 ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sepekan lalu.

Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya menyebutkan mayoritas saham-saham IDX SMC sedang dalam fase uptrend dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini tidak lepas dari minat pelaku pasar, terutama trader, yang menyukai saham-saham likuid dengan fluktuasi jangka pendek sehingga keuntungan bisa diperoleh dalam waktu relatif singkat.

“Selain itu juga secara sektor, saham-sahamnya sedang memiliki sentimen positif dari kenaikan harga komoditas dan berbagai aksi korporasi,” kata Cheril ketika dihubungi Sabtu (17/9/2022).

Cheril menyebutkan saham-saham anggota IDX SMC yang cukup menarik adalah saham-saham berbasis komoditas, di antaranya adalah PT Indika Energy Tbk. (INDY), PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA), PT ABM Investama Tbk. (ABMM), PT MNC Energy Investments Tbk. (IATA), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS).

IDX SMC Composite tercatat melemah 0,79 persen ke posisi 383,06 pada penutupan perdagangan Jumat (16/9/2022), sementara IDX SMC Liquid turun 0,72 persen ke level 386,51. Meski melemah, penurunan keduanya lebih rendah daripada IDX30 yang turun 2,52 persen.

Secara mingguan, IDX SMC Composite turun 0,31 persen dan IDX SMC Liquid masih terapresiasi 1,32 persen atau naik 5,04 poin. Di sisi lain, IDX30 terkoreksi 2,13 persen atau 11,70 poin selama perdagangan 12—16 September 2022.

Senada, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus mencermati bahwa konstituen IDX SMC Liquid dalam sektor pertambangan batu bara, komoditas energi, perbankan, dan consumer non-cyclical cukup menjanjikan.

Dia memberi rekomendasi AALI, ASSA, BTPS, EXCL, HRUM, INDY, ITMG, LSIP, MEDC, PTBA, dan SIDO untuk pilihan perdagangan.

“Meski lapis kedua, kami melihat saham-saham ini memiliki potensi yang baik, apalagi saham saham tersebut juga didukung oleh fundamental yang baik dan kuat,” katanya.

Adapun data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 12—16 September 2022 ditutup bervariasi. Peningkatan terjadi pada rata-rata nilai transaksi di BEI pekan ini, yaitu sebesar 33,82 persen menjadi Rp20,45 triliun dari Rp15,28 triliun pada pekan yang lalu.

Kemudian, rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa pada pekan lalu turut mengalami peningkatan sebesar 8,51 persen menjadi 1.579.486 kali transaksi dari 1.455.548 kali transaksi pada pekan sebelumnya. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian Bursa mengalami perubahan 9,05 persen menjadi 31,94 miliar saham dari 35,12 miliar saham pada pekan sebelumnya.

IHSG tercatat turun 1,02 persen ke level 7.168,870 dari posisi 7.242,656 pada penutupan pekan lalu. Kapitalisasi pasar Bursa mengalami penurunan 0,38 persen menjadi Rp9.426,531 triliun dari Rp9.462,813 triliun pada minggu lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top