Delta Dunia (DOID) Perpanjang Kontrak Jasa di Tambang Australia

Delta Dunia (DOID) melihat perpanjangan kontrak tambang merupakan bukti hubungan baik dan kepercayaan yang terjalin antara BUMA Australia dan BMA.
Kegiatan pengupasan tanah PT Bukit Makmur Mandiri Utama, anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk.(DOID)./deltadunia.com
Kegiatan pengupasan tanah PT Bukit Makmur Mandiri Utama, anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk.(DOID)./deltadunia.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID) melalui anak perusahaannya PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) memperpanjang kontrak dari BHP dan Mitusbishi Alliance (BMA) sebagai penyedia jasa penambangan di tambang Goonyella Riverside, Central Queensland, Australia.

Perpanjangan kontrak tersebut memiliki durasi tiga tahun dengan opsi perpanjangan hingga dua tahun lagi. Kontrak bernilai AU$400 juta tersebut menargetkan produksi tahunan rata-rata mencapai 36 juta bank cubic meter (bcm)

Presiden Direktur Delta Dunia Ronald Sutardja mengatakan perpanjangan kontrak tambang Goonyella ini merupakan bukti hubungan baik dan kepercayaan yang terjalin antara BUMA Australia dan BMA.

“Perpanjangan kontrak ini juga mencerminkan rekam jejak tim profesional BUMA Australia dalam memberikan layanan operasional pertambangan yang aman, efisien dan konsisten untuk proyek tambang batu bara BMA,” ujar Ronald dalam keterangan resmi dikutip pada Sabtu (17/9/2022).

Perpanjangan kontrak ini merupakan kemenangan yang ketiga bagi BUMA Australia di tahun 2022. Sebelumnya pada 22 Februari, BUMA Australia mengumumkan telah memperpanjang kontrak baru yang bernilai AU$550 juta di tambang Blackwater milik BMA. Kemudian pada 10 Mei 2022, BUMA mengumumkan kontrak baru senilai AU$320 juta dengan durasi tiga tahun

Beserta opsi perpanjangan satu tahun untuk proyek batubara kokas Broadmeadow East milik Bowen Coking Coal,

Berbagai perpanjangan kontrak tersebut dinilai memainkan peran penting pada kinerja DOID yang melonjak pada paruh pertama tahun ini. DOID membukukan pendapatan sebesar US$723 juta atau meningkat 107 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Adapun laba bersih yang dicetak oleh DOID mencapai US$6 juta.

Kemudian untuk kinerja operasional DOID mencatatkan produksi overburden removal dan batu bara masing-masing sebesar 260 juta BCM dan 41 juta ton. Angka ini tumbuh signifikan masing-masing sebesar 83 persen dan 64 persen secara year-on-year.

“Kontrak baru ini sekaligus merupakan wujud kepercayaan terhadap kemampuan dan kinerja kami sebagai salah satu operator pertambangan terbesar di Indonesia dan Australia. Semoga kami dapat menjaga momentum positif ini sehingga kami bisa terus meraih peluang untuk pertumbuhan bisnis ke depan,” ujar Ronald.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper