Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gudang Garam (GGRM) Bangun Bandara Dhoho Bukan Exit Strategy Bisnis Rokok

Manajemen Gudang Garam menegaskan pembangunan GGRM bukan merupakan exit strategy bagi GGRM dari industri rokok.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 16 September 2022  |  17:49 WIB
Gudang Garam (GGRM) Bangun Bandara Dhoho Bukan Exit Strategy Bisnis Rokok
Direktur PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) Heru Budiman saat paparan Public Expose Live 2022, Jumat (16/9 - 2022).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) melalui anak usahanya PT Surya Dhoho Investama (SDHI) tengah dalam proses pembangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri. Manajemen Gudang Garam menegaskan pembangunan GGRM bukan merupakan exit strategy bagi GGRM dari industri rokok.

Direktur Gudang Garam Heru Budiman mengatakan, pembangunan Bandara Dhoho tidak berkaitan dengan kondisi penjualan rokok Gudang Garam. Pasalnya, pembangunan Bandara Dhoho mulai diprakarsai sebelum Covid-19.

"Proyek bandara itu punya tujuan, tentunya kami mengharapkan profit, tapi lebih banyak tujuannya menyediakan bandara untuk Kediri. Sehingga penduduk atau semua masyarakat di sekitar Kediri bisa mendapatkan manfaatnya yang jangka panjang, Gudang Garam juga bisa menikmati," ucap Heru dalam Public Expose Live 2022, Jumat (16/9/2022).

Dia melanjutkan, saat ini pembangunan Bandara Dhoho tetap berlanjut. Akan tetapi, pembangunan ini mungkin akan terhambat oleh sedikit gangguan cuaca, ataupun Covid-19.

Gudang Garam memastikan proyek Bandara Dhoho ini akan tetap berjalan dan diperkirakan masih bisa selesai di akhir tahun 2023.

Sebagai informasi, SDHI yang 99,99 persen sahamnya dimiliki oleh Gudang Garam akan melakukan kerja sama operasi (KSO) pada proyek pembangunan Bandara Baru Kediri ini bersama Angkasa Pura I. Keduanya telah dinyatakan sebagai pemenang dengan durasi waktu kerja sama yaitu 50 tahun sejak bandara mulai dioperasikan.

Kementerian Perhubungan melaporkan total investasi mencapai Rp10,8 triliun dengan pemerincian Rp6,6 triliun pada tahap I, Rp1,2 triliun pada tahap II, dan Rp3 triliun pada tahap III.

Dengan pembangunan ini, kapasitas penumpang bandara untuk tahap I bisa mencapai 1,5 juta penumpang per tahun. Kemudian kapasitas tahap II menjadi 4,5 juta penumpang per tahun dan tahap III 10 juta penumpang per tahun.

Bandara Kediri ditargetkan beroperasi pada akhir 2023 dan diproyeksikan mampu melayani pesawat berbadan lebar (wide body aircraft) sejenis Boeing 777-300ER.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten ggrm gudang garam bandara kediri
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top