Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gudang Garam (GGRM) Siap Investasi Rp10,8 Triliun di Bandara Dhoho, Luhut Tertegun

Gudang Garam (GGRM) akan menggelontorkan dana investasi pengembangan Bandara Dhoho, Kediri, dalam tiga tahap dengan nilai total Rp10,8 triliun.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi (kiri) dan Direktur PT Gudang Garam Tbk. Istata T. Siddharta menandatangani nota kesepahaman rencana kerja sama pengusahaan Bandara Dhoho Kediri di Jakarta, Selasa (10/3/2020).  Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi (kiri) dan Direktur PT Gudang Garam Tbk. Istata T. Siddharta menandatangani nota kesepahaman rencana kerja sama pengusahaan Bandara Dhoho Kediri di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten rokok milik konglomerat Keluarga Susilo Wonowidjojo PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) siap menginvestasikan Rp10,8 triliun untuk pengembangan Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur.

Perjanjian kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) Bandara Baru Kediri resmi ditandatangani pada Rabu (7/9/2022). Bandara di Kediri, Jawa Timur ini menjadi bandara pertama di Indonesia yang dibangun dengan pembiayaan swasta murni tanpa menggunakan dana negara (APBN).

Gudang Garam mengembangkan Bandara Dhoho, Kediri, melalui anak usahanya yakni PT Suryo Dhaha Investama.

Presiden Direktur Suryo Dhaha Investama yang sekaligus juga sebagai Direktur Gudang Garam Istata Taswin Siddharta menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, yang telah memberikan kepercayaan kepada pihaknya sebagai pemrakarsa proyek KPBU unsolicited Bandara Kediri.

“Kami juga sampaikan terima kasih kepada Gubernur Jatim dan Bupati Kediri yang telah membantu kelancaran pembangunan bandara ini. Semoga kehadiran bandara ini memberikan dampak positif bagi kemajuan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah selatan Jawa,” ujarnya, Rabu (7/9/2022) dalam siaran pers.

Berdasarkan hasil pengadaan yang telah dilakukan, KSO antara PT Suryo Dhaha Investama dan PT Angkasa Pura I (Persero) telah dinyatakan sebagai Pemenang dengan durasi waktu kerja sama yaitu 50 tahun sejak bandara mulai dioperasikan.

Adapun total nilai investasi mencapai Rp10,8 triliun. Pemerinciannya, Rp6,6 triliun pada tahap I, Rp1,2 triliun pada tahap II, dan Rp3 triliun pada tahap III.

Dengan pembangunan ini kapasitas penumpang bandara untuk Tahap I mampu menampung 1,5 juta penumpang per tahun, tahap II 4,5 juta penumpang per tahun dan tahap III 10 juta penumpang per tahun.

Bandara ini ditargetkan beroperasi pada akhir 2023. Bandara diproyeksikan mampu melayani pesawat berbadan lebar (wide body aircraft) sejenis Boeing 777-300ER.

CERITA LUHUT

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menuturkan bagaimana awalnya pendiri Gudang Garam Susilo Wonowidjojo mendatanginya pada saat dirinya menjabat sebagai Menteri ESDM pada 2016 dan menyatakan keinginannya dalam membangun bandara.

Namun, sayangnya pembangunannya masih terbentur sejumlah aturan yang dibicarakan bersama dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Selain aturan, masalah pembebasan lahan juga menjadi isu utama dalam proyek ini.

Tak hanya itu, persoalan pembebasan lahan juga menjadi persoalan krusial atau isu utama dalam pembangunan bandara. Luhut pun menilai proyek ini bersejarah karena penandatanganan ini merupakan KPBU Bandara unsolicited pertama di RI.

"Waktu hendak membangun bandara ini, yang bikin saya tertegun terdiam adalah Pak Susilo Direktur Gudang Garam bilang pokoknya semua uang dari dia, tinggal izinnya saja dari pemerintah," ujarnya.

Luhut lantas merespons rencana tersebut dengan positif. Mengingat nantinya pembangunan bandara bukan hanya soal satu proyek tetapi juga implikasi ke lingkungan ekonominya.

"Nah saya pikir enak juga kalau kita tinggal izin aja.Tapi kan ternyata tetap ada aturan yang harus kita ikuti, makanya kita carilah aturan itu. Sampai hari ini, saya kira ini merupakan jalan yang bagus," imbuhnya.

Menko Luhut mengapresiasi PT Surya Dhoho Investama yang berinisiatif membangun bandara baru. Apresiasi juga disampaikan kepada Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah dan instansi terkait, yang telah mendukung kelancaran proses pembebasan lahan, perizinan dan proses lain menyangkut percepatan pembangunan bandara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper