Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Cuan, Indo Tambangraya (ITMG) Raih 88 Persen Kontrak dari Target Penjualan 2022

ITMG telah menggenggam kontrak penjualan batu bara sebanyak 88 persen, dari target penjualan 2022 sebesar 20,5 juta-21,5 juta ton.
Peta operasi ITMG. PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) telah menggenggam kontrak penjualan batu bara sebanyak 88 persen, dari target penjualan 2022 sebesar 20,5 juta-21,5 juta ton.Istimewa
Peta operasi ITMG. PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) telah menggenggam kontrak penjualan batu bara sebanyak 88 persen, dari target penjualan 2022 sebesar 20,5 juta-21,5 juta ton.Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) telah mengenggam 88 persen kontrak penjualan dari target tahun ini di kisaran 20,5 juta-21,5 juta ton.

Direktur Indo Tambangraya Megah Jusnan Ruslan mengatakan  hingga semester I/2022, ITMG telah menggenggam kontrak penjualan batu bara sebanyak 88 persen, dari target penjualan sebesar 20,5 juta-21,5 juta ton.

"Dengan jumlah kontrak tersebut, masih ada sisa 12 persen batu bara yang harus dijual ITMG sampai akhir tahun," paparnya, Kamis (15/9/2022).

Adapun, sepanjang paruh pertama 2022, ITMG memproduksi batu bara sebanyak 7,7 juta ton. Volume penjualan tercapai sebanyak 8,1 juta ton, yang dipasarkan ke Tiongkok 2,3 juta ton, Indonesia 1,8 juta ton, Jepang 1,3 juta ton, Filipina 0,6 juta ton, Bangladesh 0,5 juta ton, dan negara-negara lain di Asia Timur, Tenggara, Selatan serta Oseania.

Untuk tahun 2022, ITMG menargetkan volume produksi antara 17,5-18,8 juta ton dengan volume penjualan sebesar 20,5-21,5 juta ton.

Jusnan menyampaikan beberapa permintaan batu bara dari Eropa sudah datang ke pihaknya. Namun, dengan produksi saat ini, ITMG akan fokus untuk menyuplai pelanggan di pasar Asia.

"Tahun 2022, kami akan fokus ke pelanggan kami yang sudah ada di Asia, beberapa permintaan dari Eropa sudah datang ke kami. Namun, dengan produksi saat ini, kami masih prioritaskan untuk customer yang sudah kami maintain bertahun-tahun," kata Jusnan.

Jusnan menuturkan, tahun 2023 ITMG melihat kemungkinan permintaan batu bara masih akan baik di Asia, sehingga ITMG akan fokus menjaga pelanggan dari wilayah Asia.

"Tapi tidak kami pungkiri prospek di Eropa juga sedang kami pelajari. Ketika permintaan akan membaik, dari sisi harga, kami tidak akan melepas peluang tersebut," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper