Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ABM Investama (ABMM) Incar Peningkatan Kinerja Semester II/2022

ABM investama menlai secara finansial pendapatan pada paruh kedua tahun ini harusnya lebih baik dari paruh pertama.
Proses pengapalan batu bara dari conveyor belt ke kapan tongkang./abm-investama.com
Proses pengapalan batu bara dari conveyor belt ke kapan tongkang./abm-investama.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten batu bara jagoan Lo Kheng Hong, PT ABM Investama Tbk. (ABMM) membidik peningkatan kinerja pada semester II/2022 seiring dengan tingginya harga batu bara.

Direktur ABM Investama Adrian Erlangga Sjamsul mengatakan secara finansial pendapatan pada paruh kedua tahun ini harusnya lebih baik dari paruh pertama. Hal ini lantaran secara volume kinerja operasional terus membaik sehingga mendongkrak kondisi finansial.

“Justru finansial ini kan dari operasional karena operasionalnya bagus finansialnya pasti lebih bagus,” ujar Adrian kepada Bisnis pada Senin (5/9/2022).

ABMM mencatatkan pertumbuhan laba signifikan 73,69 persen pada semester I/2022. Laba bersih ABMM mencapai US$95,48 juta atau setara Rp1,36 triliun, dibandingkan US$54,97 juta atau setara Rp785,29 miliar pada semester pertama 2021.

Selain itu, Adrian yakin dengan peforma ABMM yang disebut akan lebih baik lantaran alat-alat baru untuk menunjang operasional sudah mulai berdatangan sehingga dapat menggenjot kinerja operasional. Namun, Adrian enggan menyebutkan angka untuk target operasional maupun target laba dan pendapatan ABMM hingga akhir tahun.

 “Saya tidak bisa disclose [angka target], tapi intinya adalah volumenya itu akan lebih besar dari semester pertama.” ujar Adrian.

Bila ditelisik dari kinerja operasional, ABMM mencatatkan penjualan batu bara hingga 6,2 juta ton. Angka ini turun 11 persen dari periode yang sama pada tahun lalu lantaran adanya penetapan aturan Domestic Market Obligation (DMO) oleh pemerintah pada bulan Januari 2022.

Kemudian untuk kinerja overburden telah mencapai 89,8 juta bank cubic meter (bcm) pada semester I/2022. Angka ini turun tipis 1 persen karena adanya cuaca buruk dan larangan ekspor pada Januari lalu.

Sementara itu terdapat pertumbuhan sebanyak 4 persen untuk volume penjualan bahan bakar. ABMM mencatatkan penjualan sebanyak 111,9 juta liter bahan bakar pada semester I/2022. Angka ini naik 4 persen dibanding tahun lalu yakni 107,9 juta liter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper