Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Kelapa Sawit (STAA) Bidik Laba Bersih Tembus Rp1 Triliun Tahun Ini

Pada Semester I/2022 ini, STAA sudah mengantongi laba bersih senilai Rp632 miliar, melonjak 76,5 persen secara year on year (yoy).
Ilustrasi kebun sawit. / Joshua Paul - Bloomberg
Ilustrasi kebun sawit. / Joshua Paul - Bloomberg

Bisnis.com, MEDAN - PT Sumber Tani Agung Resources Tbk. (STAA) membidik laba bersih di atas Rp1 triliun pada akhir tahun. Pada Semester I/2022 ini, STAA sudah mengantongi laba bersih senilai Rp632 miliar, melonjak 76,5 persen secara tahunan (yoy).

Menurut Deputy Finance Director STAA Edward Wijaya, Perseroan menjual seluruh produksi Crude Palm Oil (CPO) di pasar domestik pada tahun ini. STAA fokus untuk meningkatkan produksi dan menjaga margin perusahaan.

Caranya dengan mengoptimalkan penerapan cost efficiency, baik pada level pemupukan melalui stabilisasi dan pemenuhan, serta implementasi teknologi yang lebih efektif di lapangan.

"Tentunya, target kami bisa di atas tahun lalu dan mencapai laba minimal Rp1 triliun. Selain itu, kami juga akan selalu tetap menjaga margin profitabilitas perusahaan dengan adanya tantangan ke depan," kata Edward kepada Bisnis, Rabu (24/8/2022).

Pendapatan STAA sempat anjlok 3,6% pada Kuartal II/2022. Namun berkat langkah efisiensi, perseroan tetap mampu menumbuhkan laba sebesar 2,9% secara year on year (yoy) menjadi Rp236 miliar.

Titik balik STAA terjadi pada Semester I/2022. Pendapatan perseroan meningkat 17,8% (yoy) menjadi Rp2,98 triliun. Peningkatan pendapatan didorong oleh lonjakan produksi CPO dan penjualan rata-rata.

Selaras dengan itu, perseroan juga berhasil mengantongi laba bersih senilai Rp632 miliar atau melonjak 76,5 persen (yoy).

Berdasar laporan keuangan STAA, total aset yang dimiliki perusahaan tercatat meningkat menjadi Rp6,92 triliun per Juni 2022 atau bertambah Rp1,06 triliun alias 18,2% pada paruh pertama tahun ini.

Peningkatan saldo kas terjadi berkat arus kas positif dan dana segar dari Initial Public Offering (IPO) perseroan Maret 2022 lalu.

Total liabilitas perusahaan turun 2,0% karena penurunan pinjaman bank jangka panjang. Sedangkan total ekuitas meningkat 36,2% menjadi Rp4,2 triliun. Peningkatan ini disebabkan kenaikan modal saham usai penyelenggaraan IPO.

Di sisi lain, produksi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit STAA dari kebun inti maupun plasma mengalami penurunan
1,6% (yoy) untuk periode enam bulan terakhir menjadi 445.830 ton pada Semester I/2022. Hal ini diakibatkan oleh faktor musim.

Berdasarkan statistik, produksi TBS diprediksi baru akan mencapai puncaknya pada Semester II/2022. Sementara itu, total TBS kelapa sawit yang diproses selama Semester I/2022 mencapai 875 ribu ton, meningkat 1,4% (yoy).

PT Sumber Tani Agung Resources Tbk didirikan pada tahun 1970. Perseroan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten STAA usai menggelar IPO pada Maret 2022.

STAA berkantor pusat di Kota Medan, Sumatra Utara. Hingga saat ini, STAA telah mengakuisisi lebih dari 42.158 hektare perkebunan kelapa sawit, baik perkebunan inti maupun plasma.

STAA mengelola proses bisnis terintegrasi yang mengawasi 13 perkebunan kelapa sawit, sembilan unit pabrik kelapa sawit, satu unit Fasilitas Penghancur Kernel, dan satu unit pabrik ekstraksi pelarut yang ditenagai oleh pembangkit listrik tenaga biogas.

Semua aset yang dimiliki STAA tersebar di empat provinsi, yaitu Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Perusahaan ini telah merekrut lebih dari 11.200 karyawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper