IHSG Sepekan Naik Tipis, Transaksi Saham Investor Turun Mengapa?

IHSG menguat tipis selama sepekan kendati transaksi saham harian mengalami penurunan selama sepekan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis selama sepekan kendati transaksi saham harian mengalami penurunan selama sepekan. Ilustrasi/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis selama sepekan kendati transaksi saham harian mengalami penurunan selama sepekan. Ilustrasi/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis selama sepekan kendati transaksi saham harian mengalami penurunan selama sepekan.

Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia (BEI) Antara 15-19 Agustus 2022, IHSG mengalami penguatan 0,61 persen menjadi 7.172 dari 7.129 pada pekan sebelumnya. Naiknya indeks komposit ikut mendorong kapitalisasi pasar Bursa 0,07 persen menjadi Rp9.340 triliun dari Rp9.333.

Meski mengalami penguatan secara indeks akan tetapi selera investor melakukan trading mengalami kontraksi. Pasalnya, terjadi penurunan 9,48 persen pada rata-rata nilai transaksi harian Bursa menjadi sebesar Rp12,586 triliun dari Rp13,905 triliun pada penutupan pekan lalu.

Begitu pun dengan rata-rata volume transaksi saham harian Bursa mengalami koreksi sebesar 4,20 persen menjadi 24,655 miliar saham dari 25,737 miliar saham pada penutupan minggu yang lalu.

Hal itu pun ikut berimbas pada rata-rata frekuensi harian Bursa yang turun sebesar 4,15 persen pada menjadi 1.251.397 transaksi dari 1.305.619 transaksi pada penutupan pekan sebelumnya.

Investor asing pada Jumat (19/8/2022) mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp949,58 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2022 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp63,517 triliun.

Di sisi lain, total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat sepanjang tahun 2022 adalah 90 Emisi dari 66 Emiten senilai Rp109,98 triliun. Dengan seluruh pencatatan tersebut, total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 510 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp456,97 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 125 Emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 156 seri dengan nilai Rp4.910,77 triliun dan USD211,84 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 Emisi senilai Rp3,98 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper