Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Centratama (CENT) Ingin Kuasai 397 Menara, Siapkan Rp1,17 Triliun

PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk. (CENT) berencana mengakuisisi 397 menara dari PT Anugerah Communication (PTAC) senilai Rp1,17 triliun.
Ilustrasi salah satu menara telekomunikasi./ balitower.co.id
Ilustrasi salah satu menara telekomunikasi./ balitower.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk. (CENT) akan kembali mengakuisisi 397 aset menara dengan nilai transaksi yang diperkirakan mencapai Rp1,17 triliun. CENT sebelumnya juga mengumumkan akan mengakuisisi 289 menara senilai Rp631,53 miliar.

Sekretaris Perusahaan CENT Wiwik Septriandewi menyampaikan perusahaan melalui anak usahanya PT Centratama Menara Indonesia (CMI) akan membeli 397 menara telekomunikasi dari PT Anugerah Communication (PTAC).

“Perkiraan nilai transaksi adalah sebesar paling banyak Rp1,17 triliun dan oleh karena itu merupakan suatu transaksi material yang wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham [RUPS],” kata Wiwik dalam keterbukaan informasi, dikutip Sabtu (20/8/2022).

Wiwik mengatakan penyelesaian transaksi tunduk pada terpenuhinya syarat-syarat pendahuluan yang ditentukan dalam perjanjian pembelian, termasuk diperolehnya persetujuan RUPS CENT atas transaksi sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Dia menjelaskan pembelian menara pada prinsipnya dilakukan untuk menambah portofolio menara telekomunikasi yang dimiliki oleh grup CENT. Transaksi juga dilakukan untuk mengembangkan usaha strategis CENT pada masa yang akan datang.

Adapun dana yang digunakan untuk pembelian menara ini berasal dari kas internal dan pembiayaan bank. Dampak dari transaksi lebih lanjut akan disampaikan manajemen CENT dalam keterbukaan informasi bersamaan dengan pengumuman pelaksanaan RUPS.

CENT pada 12 Agustus 2022 menyelesaikan proses pembelian tahap pertama untuk akuisisi 289 menara telekomunikasi beserta dengan sarana dan prasarananya dari PT Lasmana Swasti Prahida (LSP) dan PT Technindo Global Fortace (TGF) dengan nilai transaksi Rp631,53 miliar.

Menurut tim penilai independen, berdasarkan analisis kewajaran atas rencana transaksi yang meliputi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, serta analisis inkremental, maka dari segi ekonomis dan keuangan, rencana transaksi pembelian 289 tower dan penambahan kolokasi milik LSP dan TGF oleh CMI adalah Wajar.

CENT juga telah mengumumkan akuisisi PT EPID Menara AssetCo (EMA), anak usaha dari EdgePoint Group, untuk mengkonsolidasikan buku dan aset EMA di bawah Centratama Group.

Direktur Utama Centratama Group Yan Raymond mengatakan, akuisisi tersebut termasuk akuisisi aset sekitar 4.000 menara telekomunikasi yang diakuisisi EMA dari Indosat Ooredoo Hutchison pada 2021. Setelah akuisisi ini, kepemilikan menara Centratama Group mencapai lebih dari 9.000 situs menara di Indonesia, meningkat hampir dua kali lipat.

“Sebagai perusahaan yang menawarkan solusi telekomunikasi satu atap, Centratama Grup terus mencari peluang untuk mengembangkan portofolio menara telekomunikasi kami. Mengakuisisi EMA merupakan langkah strategis yang tepat bagi Centratama Group untuk memantapkan posisi kami sebagai salah satu perusahaan penyedia menara independen terbesar di Indonesia,” ujar Yan dalam keterangan resminya, Kamis (17/3/2022).

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2022, CENT tercatat membukukan rugi Rp1,03 triliun, seiring dengan meningkatnya beban pokok pendapatan usaha sebesar 110,59 persen secara yean on year (yoy) menjadi Rp598,59 miliar dan kenaikan beban usaha sebesar 179,78 persen secara tahunan menjadi Rp671,04 miliar.

Dari sisi pendapatan, CENT membukukan Rp1,13 triliun atau meningkat 93,08 persen dibandingkan dengan Rp590,05 miliar pada semester I/2022.

Posisi aset CENT turut tergerus tipis menjadi Rp19,55 triliun triliun per 30 Juni 2022 dari posisi Rp19,79 triliun pada akhir tahun lalu. Hal ini seiring penurunan tajam pada posisi kas dan setara kas yang menjadi Rp346,18 miliar dari Rp797,46 miliar.

Sementara itu, total liabilitas CENT naik dari Rp17,74 triliun pada akhir 2021 menjadi Rp18,49 triliun sepanjang tahun ini. Posisi ekuitas juga turun dengan nilai Rp1,05 triliun, dibandingkan dengan akhir 2021 sebesar Rp2,05 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Halaman
  1. 1
  2. 2
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper