Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Transaksi Kripto Capai Rp212 Triliun, Bagaimana Keamanannya?

Pedagang aset kripto dan pemerintah memberikan perlindungan keamanan investor kripto yang telah bertransaksi hingga Rp212 triliun per Juli 2022.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 16 Agustus 2022  |  19:03 WIB
Transaksi Kripto Capai Rp212 Triliun, Bagaimana Keamanannya?
Ilustrasi Bitcoin. Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pedagang aset kripto melakukan sejumlah antisipasi agar pengguna merasa aman sebab hingga Juli 2022 nilai transaksi aset kripto telah mencapai Rp212 triliun di Indonesia.

Pembahasan mengenai investasi kripto terus menarik perhatian masyarakat dengan banyaknya kejadian yang terjadi belakangan ini. Di tengah positifnya penerimaan terhadap aset kripto, investor justru mulai khawatir dengan tingkat keamanan yang dimiliki pada investasi kripto.

Mulai dari keamanan pedagang aset kripto, aset yang akan diinvestasikan, hingga bagaimana regulasi yang mengatur untuk memberikan perlindungan bagi investor.

Timothius Martin, CMO Pintu mengungkapkan keamanan investasi kripto perlu melihat beberapa faktor, yaitu dari sisi legalitas dan kinerja.

"Legalitas pedagang aset kripto tersebut wajib terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi [Bappebti] dan diawasi Kementerian Komunikasi dan Informatika [Kominfo]," terangnya, Selasa (16/8/2022).

Faktor berikutnya, investor mesti melihat kinerja dari perusahaan atau pedagang aset kripto itu sendiri dan dapat dinilai dari feedback yang diberikan oleh pengguna.

Kedua faktor tersebut minimal bisa dilakukan sebelum menentukan pilihan menaruh aset diinvestasikan di centralized exchange yang beroperasi secara resmi di Indonesia.

General Counsel Pintu Malikulkusno Utomo mengungkapkan guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi investor kripto yang jumlahnya terus bertambah, pemerintah melalui Bappebti telah melegalkan dan meregulasi aset kripto sejak 2019 melalui Peraturan No.5/2019 dan aturan tersebut disempurnakan lagi di Peraturan No. 8/2021.

Selanjutnya, dari sisi perpajakan juga investasi kripto telah diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022 yang telah berlaku dari tanggal 1 Mei 2022

“Masih dalam memastikan keamanan, Bappebti mengamanahkan kepada semua pedagang fisik aset kripto yang terdaftar resmi memisahkan rekening dana yang dimiliki pelanggan dengan rekening dana operasional milik perusahaan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mata uang kripto aset kripto bappebti investor
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top