Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dibayangi Penurunan Kupon, SR017 Diyakini Tetap Laris Manis

Prospek SR017 juga ditopang oleh pajak bunga obligasi yang lebih rendah dibandingkan deposito. Hal tersebut akan menjadi pemanis tambahan.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 Agustus 2022  |  17:04 WIB
Dibayangi Penurunan Kupon, SR017 Diyakini Tetap Laris Manis
Ilustrasi Sukuk Ritel SR13 - Instagram @djpprkemenkau
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Minat investor terhadap Sukuk Ritel (SR) seri SR017 yang akan ditawarkan pekan depan diprediksi tetap optimal meski dibayangi potensi penurunan kupon.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan respon masyarakat terhadap SR017 akan positif. Menurutnya, prospek positif ini seiring dengan animo investor ritel yang sedang tinggi terhadap produk Surat Berharga Negara (SBN) ritel.

“Sepanjang tahun ini respon investor ritel terhadap instrumen ini masih sangat baik, terbukti dari jumlah penjualannya yang diatas target,” katanya saat dihubungi pada Minggu (14/8/2022).

Selain itu, prospek SR017 juga ditopang oleh pajak bunga obligasi yang lebih rendah dibandingkan deposito. Hal tersebut akan menjadi pemanis tambahan untuk menarik lebih banyak investor ke instrumen ini.

“Kalau dibandingkan dengan deposito yang pajaknya lebih besar, SR017 masih lebih menarik dari sisi return bersih,” lanjut Ramdhan.

Ramdhan mengatakan, tingkat kupon SR017 berpotensi lebih rendah dibandingkan seri SBN ritel yang telah dipasarkan tahun ini. Hal tersebut mengingat kondisi makroekonomi Indonesia yang terus membaik sepanjang tahun 2022.

Hal tersebut juga terlihat dari pergerakan imbal hasil (yield) Surat Utang Negara atau SUN Indonesia seri acuan 10 tahun. Data dari World Government Bond pada hari ini mencatat, yield SUN 10 tahun Indonesia berada di level 6,971 persen.

“Dengan tren yield yang turun, kupon SR017 yang ditawarkan pemerintah bisa sedikit turun di kisaran 5,25 persen hingga 5,5 persen,” ujar Ramdhan.

Meski kupon berpotensi menurun, Ramdhan memprediksi jumlah penjualan SR017 dapat melebihi kisaran Rp10 triliun. Menurutnya, minat investor terhadap SR017 akan tetap tinggi mengingat kebutuhan masyarakat dalam berinvestasi.

“Saat ini masyarakat masih terus mencari instrumen yang aman untuk menaruh dananya. SR017 ini termasuk aman karena dijamin oleh pemerintah,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sukuk ritel sbn Obligasi
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top