Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BEI Ultah ke-45, Ini Harapan Investor Ritel dan Mantan Direksi Bursa

Ekspektasi yang tinggi dikhawatirkan membuat investor muda memilih meninggalkan pasar modal dan tren kenaikan jumlah investor hanya terjadi saat pandemi.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 09 Agustus 2022  |  19:26 WIB
BEI Ultah ke-45, Ini Harapan Investor Ritel dan Mantan Direksi Bursa
Karyawan berada di dekat monito pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/1). Bisnis - Nurul Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal berulang tahun ke-45 tahun pada Rabu (10/8/2022). Sejumlah pelaku pasar menyampaikan harapannya.

Co-Founder Ngertisaham Frisca Devi menjelaskan tantangan pasar modal saat ini berasal dari 80 persen generasi muda sebagai investor. Alasannya, investor muda ini membutuhkan edukasi lebih terkait pasar modal.

"Tantangannya membantu mereka mau dan bertahan di pasar modal, ketika masuk, ternyata berat, ekspektasi terlalu tinggi. Adanya instrumen lain dengan return yang lebih tinggi, ketika jauh dari ekspektasi, meninggalkan, ini jadi tantangan," jelasnya, Selasa (9/8/2022).

Friska yang mewakili suara investor ritel ini mengkhawatirkan ekspektasi yang tinggi membuat investor muda memilih meninggalkan pasar modal dan tren kenaikan jumlah investor hanya terjadi saat pandemi.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia periode 2015-2018 Nicky Hogan mengharapkan perkembangan investor yang melambat menjadi kekhawatiran tersendiri.

"Kesadaran masyarakat terutama masyarakat milenial dan gen Z, 80 persen investor generasi itu, harapannya mereka tetap bertahan dan tambahan jumlah investor tetap berlanjut," tuturnya.

Selain investor, dia juga menilai perlu adanya tambahan emiten-emiten baru yang berkualitas. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi regulator pasar modal.

"Saya tidak melihat pendalaman variasi produk apapun dibutuhkan, masyarakat Indonesia masih di tahapan mengenal produk paling basic, yakni saham. Tak perlu bicara produk turunan dan lainnya, saham masih cukup asing bagi kita. Kembangkan jumlah, kualitas investor, dan jumlah serta kualitas emiten baru," terangnya.

Dari sisi jumlah emiten baru, pasar Indonesia paling aktif dengan jumlah perusahaan tercatat sebanyak 41 perusahaan sepanjang tahun berjalan 2022.

Di sisi lain, jumlah investor di pasar modal terus meningkat menjadi 9,3 juta, termasuk investor reksa dana yang mencapai 8.64 juta hingga Juli 2022.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pun menorehkan kinerja paling cemerlang di Asia, terlihat dari return IHSG yang mencapai 7,65 persen secara tahun berjalan, disusul indeks bursa saham Singapura (STI) 5,7 persen dan indeks bursa saham India (NSE) 0,32 persen. 

Dari sisi regulasi, BEI telah menerapkan multiple voting share atau saham dengan hak suara multipel (SHSM) untuk membuka jalan bagi perusahaan rintisan masuk ke pasar modal dengan tetap menjaga visi dan misi para pendiri. Selain itu, BEI terus mengembangkan indeks acuan serta menyusun papan pencatatan dan pengembangan instrumen investasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia investor ritel pasar modal
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top