Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Menghijau Sepekan, Sinyal Positif Buat Reksa Dana Saham

Kinerja reksa dana saham cenderung menguat sepekan seiring dengan laju IHSG yang kembali menguat ke atas level 7.000.
Kinerja reksa dana saham cenderung menguat sepekan seiring dengan laju IHSG yang kembali menguat ke atas level 7.000. Bisnis/Himawan L Nugraha
Kinerja reksa dana saham cenderung menguat sepekan seiring dengan laju IHSG yang kembali menguat ke atas level 7.000. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung naik selama sepekan belakangan memberikan sinyal positif untuk prospek kinerja reksa dana saham. Meski demikian, penguatan tersebut diprediksi masih terbatas seiring dengan potensi kenaikan suku bunga global.

Laporan dari Infovesta Utama pada Senin (8/8/2022) menyebutkan, menyebutkan, kinerja reksa dana saham selama periode 29 Juli – 5 Agustus terpantau naik 1,33 persen, sementara itu reksa dana campuran juga terpantau menguat 0,75 persen. Kenaikan tersebut terjadi seiring performa positif IHSG.

Laporan tersebut menjelaskan, kinerja IHSG terpantau menguat ke level 7.084,66 atau naik 1,92%. Faktor utama penggerak IHSG terutama dari sisi domestik yaitu rilis laporan keuangan kuartal II/2022 emiten yang solid dan rilis data inflasi inti Juli 2022 yang masih terjaga rendah dibawah 3 persen yaitu sebesar 2,86 persen year on year (yoy).

Selain itu, pasar juga merespon positif rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II/2022 yang tumbuh 5,44 persen yoy dan 3,72 persen secara kuartalan.

“Data ini mengindikasikan Indonesia masih jauh dari kondisi resesi,” demikian kutipan laporan tersebut.

Pasar juga merespons positif data manufaktur yang meningkat menjadi 51,3 atau naik 2,19 persen secara bulanan pada Juli 2022. Kenaikan tersebut didorong oleh membaiknya kondisi ekonomi domestik.

Sejalan dengan situasi kondisi pasar saat ini, Infovesta melihat kinerja reksa dana saham dalam tren bullish. Hal ini seiring dengan kondisi perekonomian Indonesia yang terus membaik.

Namun, pergerakan ini diprediksi hanya terbatas mengingat adanya kekhawatiran investor terhadap situasi global terutama kenaikan inflasi, suku bunga tinggi dan pertumbuhan ekonomi global yang diprediksi menurun tahun 2022.

Investor yang ingin berinvestasi di reksa dana saham dapat mulai masuk untuk dapat menikmati momentum positif pasar.

“Namun, investor retap disarankan untuk mempertahankan porsi cash yang akan digunakan untuk strategi average down mengingat kondisi pasar yang masih fluktuatif,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper