Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Terdorong Hawkish The Fed

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,15 persen atau 11,50 poin sehingga parkir di posisi Rp14.911,50 per dolar AS di tengah hawkish The Fed.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 03 Agustus 2022  |  15:46 WIB
Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Terdorong Hawkish The Fed
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,15 persen atau 11,50 poin sehingga parkir di posisi Rp14.911,50 per dolar AS di tengah hawkish The Fed. Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali ditutup melemah pada hari ini, Rabu (3/8/2022), beriringan dengan turunnya mata uang lain di kawasan Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,15 persen atau 11,50 poin sehingga parkir di posisi Rp14.911,50 per dolar AS. Indeks dolar AS pada pukul 15.10 WIB terpantau turut melemah atau 0,05 persen ke level 106,1930.

Sementara itu, mata uang lain di kawasan Asia yang ikut melemah adalah peso Filipina turun 0,55 persen, won Korea Selatan turun 0,41 persen, rupee India turun 0,40 persen, dan dolar Taiwan turun 0,11 persen terhadap dolar AS.

Di sisi lain, mata uang lain di kawasan Asia terpantau menguat yaitu dolar Singapura naik 0,08 persen, dan dolar Hongkong naik 0,0001 poin atau 0,00 persen terhadap dolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam dalam riset harian mengatakan, dolar AS menguat tajam pada hari ini terkait dengan pernyataan The Fed yang mengisyaratkan kenaikan suku bunga lebih banyak dan juga meningkatnya ketegangan AS-China.

Dia menyampaikan Presiden The Fed San Francisco Mary Daly mengatakan The Fed memiliki "jalan panjang" sebelum inflasi dapat dijinakkan, yang kemungkinan mengarah pada lebih banyak kenaikan suku bunga.

Ibrahim mengatakan, setelah menaikkan suku bunga empat kali di tahun ini, The Fed sekarang akan bertemu pada akhir September untuk memutuskan tindakan selanjutnya.

“Inflasi telah mencapai tingkat tahunan 9,1 persen yang mengejutkan di AS, memberikan tekanan pada bank untuk memperketat kebijakan lebih lanjut,” tulisnya dalam riset harian, Rabu (3/8/2022).

Menurut Ibrahim, investor tetap tertarik untuk melihat laporan pekerjaan bulanan AS pada hari Jumat.

Selain itu, Pelosi mengatakan perjalanannya menunjukkan solidaritas Amerika dengan pulau yang diklaim China itu, tetapi China mengutuk kunjungan tingkat tertinggi AS dalam 25 tahun sebagai ancaman bagi perdamaian dan stabilitas.

Dari dalam negeri, Ibrahim mengungkapkan bahwa beberapa negara berkembang mulai meningkatkan utangnya akibat pandemi Covid-19, kenaikan harga pangan dan energi dan lebih dari 30 negara terjebak utang di atas 100 persen.

Keadaan tersebut diperparah dengan kenaikan suku bunga Amerika Serikat sehingga potensi negara berkembang berpotensi terkendala dalam membayar utang tersebut.

Dia menyebutkan resiko yang akan terjadi dan dihadapi oleh dunia saat ini adalah 5C yaitu Covid-19, Conflict, Climate Change (perubahan iklim), Commodity Price (harga komoditas), dan Cost of Living (biaya hidup/inflasi).

Dari kondisi seperti itu, menurutnya perekonomian domestik diperkirakan masih menguat, sejalan dengan beberapa indikator ekonomi yang masih positif, baik dari sektor keuangan, moneter, pasar tenaga kerja, dan industri.

Selain itu, Investasi dan ekspor yang diperkirakan tetap kuat hingga akhir tahun akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di tahun 2022.

Berdasarkan sentimen di atas, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah esok hari, Kamis (4/8/2022), akan berfluktuatif dan kembali ditutup melemah.

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.900 - Rp14.950,” tulis Ibrahim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Rupiah dolar as the fed Kebijakan The Fed
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top