Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Masih Potensi Volatil, Reksa Dana Berbasis Indeks Bisa Jadi Opsi

Investor direkomendasikan untuk masuk pada produk berbasis indeks untuk meminimalisir risiko di tengah volatilitas yang masih akan membayangi.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 01 Agustus 2022  |  11:30 WIB
Pasar Masih Potensi Volatil, Reksa Dana Berbasis Indeks Bisa Jadi Opsi
Warga mengakses informasi tentang reksa dana di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan belakangan turut berimbas positif terhadap pasar reksa dana.

Meski demikian, investor direkomendasikan untuk masuk pada produk berbasis indeks untuk meminimalisir risiko di tengah volatilitas yang masih akan membayangi.

Laporan dari Infovesta Utama pada Senin (1/8/2022) menyebutkan kinerja reksa dana saham selama periode 22 – 29 Juli terpantau naik 1,16 persen, sementara itu reksa dana campuran juga terpantau menguat 1,14 persen. Kenaikan tersebut terjadi seiring performa positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kinerja IHSG terpantau kembali positif sebesar 0,93 persen ke level 6.951,12 sepekan terakhir. Faktor utama penggerak IHSG adalah rilis laporan keuangan kuartal II/2022 emiten yang lebih baik dari perkiraaan.

“Keputusan The Fed yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin juga sesuai dengan ekspektasi pasar,” demikian kutipan laporan tersebut.

Adapun, keputusan the Fed menaikkan suku bunga kembali untuk mengendalikan inflasi yang tinggi di Amerika Serikat (AS) akibat peningkatan harga energi secara global dan kebijakan suku bunga rendah di era pandemi sebelumnya.

Meski demikian, Infovesta melihat kondisi pasar saat ini masih akan volatil sejalan dengan kebijakan suku bunga tinggi.

Bahkan, kekhawatiran investor berlanjut sejalan dengan rilis produk domestik bruto (PDB) AS yang mengalami kontraksi 1,6 persen dan 0,9 persen pada kuartal I dan II tahun 2022.

“Meskipun dalam pidato Gubernur the Fed menyampaikan bahwa AS belum akan resesi dan hanya terjadi perlambatan ekonomi, pelaku pasar masih akan mengambil sikap wait & see terhadap perkembangan pasar global,” demikian kutipan laporan tersebut.

Seiring dengan hal tersebut, investor yang tetap ingin berinvestasi di reksa dana saham dapat berinvestasi di reksa dana berbasis indeks untuk meminimalisir risiko karena terdiri dari saham-saham pilihan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana IHSG investasi reksa dana
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top