Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wall Street Pesta Cuan! The Fed Kerek Suku Bunga 75 Basis Poin

Gubernur The Fed menolak spekulasi bahwa ekonomi AS berada dalam resesi dan mengatakan bank sentral bergerak cepat dalam menghadapi inflasi.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 28 Juli 2022  |  03:39 WIB
Wall Street Pesta Cuan! The Fed Kerek Suku Bunga 75 Basis Poin
Gubernur Federal Reserve Jerome Powell berbicara di "Seri C. Peter McColough tentang Ekonomi Internasional: Percakapan dengan Jerome H. Powell" di Dewan Hubungan Luar Negeri di New York, AS, 25 Juni 2019 - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat naik tajam pada akhir perdagangan Rabu (27/7/2022) waktu setempat usai pengumuman kenaikan suku bunga The Fed sebanyak 75 basis poin. Setelah ini, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa The Fed akan memperlambat kenaikan suku bunga pada suatu titik.

Mengutip Bloomberg, Kamis (28/7/2022), indeks Dow Jones Industrial Average melejit 1,37 persen atau 436,05 poin ke 32.197,59, S&P 500 melesat 2,62 persen atau 102,56 poin ke 4.023,61, dan Nasdaq melompat 4,06 persen atau 469,85 poin ke 12.032,42.

Nasdaq yang naik signifikan juga didukung oleh pendapatan yang solid dari para raksasa teknologi. Adapun imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun jatuh sebanyak 10 basis poin. Ekspektasi untuk laju kenaikan Fed mereda dengan pasar swap menunjukkan sekitar 58 basis poin pengetatan harga untuk September 2022, sedangkan indeks dolar As akhirnya jatuh.

Gubernur The Fed menolak spekulasi bahwa ekonomi AS berada dalam resesi dan mengatakan bank sentral bergerak cepat dalam menghadapi inflasi. Powell juga mencatat bahwa kenaikan suku bunga yang luar biasa besar akan bergantung pada data setelah kenaikan 75 basis poin pada Rabu (27/7/2022).  

Kenaikan teranyar ini menjadikan kenaikan suku bunga The Fed secara akumulatif Juni-Juli 2022 menjadi 150 basis poin, atau yang paling tajam sejak awal 1980-an.

“Powell sedang mencoba untuk mencapai batas antara menawarkan panduan yang berguna dan menghindari komitmen awal terhadap jalur kebijakan tertentu,” kata Matt Weller, kepala penelitian global Forex.com dan City Index.

Menurutnya, Powell secara eksplisit menyatakan bahwa komite akan mengadakan pertemuan demi pertemuan dan memberikan panduan yang kurang jelas sekarang karena suku bunga dalam kisaran netral.

Sementara itu analis JPMorgan Jay Barry juga menilai The Fed ingin bergerak secepatnya ke netral.

Sedangkan analis pasar senior di Oanda, Ed Moya menilai keputusan FOMC memberikan optimisme bahwa akhir pengetatan sudah di depan mata dan itu memicu reli yang bagus untuk aset berisiko.

Data ekonomi baru mengurangi kemungkinan AS masuk ke jurang resesi. Ekonom di Morgan Stanley, JPMorgan Chase & Co. dan Goldman Sachs Group Inc. meningkatkan perkiraan mereka untuk produk domestik bruto (PDB) AS kuartal kedua 2022 setelah laporan pemerintah menunjukkan pengiriman barang tahan lama yang lebih kuat, defisit perdagangan yang lebih sempit, dan kenaikan persediaan barang bulan lalu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street nasdaq dow jones indeks S&P 500 federal reserve suku bunga the fed

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top