Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Stok Indonesia Surplus, Harga CPO Tertekan

Kewajiban DMO membuat stok CPO di Indonesia berlimpah dan menekan harga CPO.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 27 Juli 2022  |  11:50 WIB
Stok Indonesia Surplus, Harga CPO Tertekan
Pekerja mengangkat buah sawit yang dipanen di Kisaran, Sumatera Utara, Indonesia. Kewajiban DMO membuat stok CPO di Indonesia berlimpah dan menekan harga CPO. - Dimas Ardian / Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) diprediksi akan melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek seiring dengan penurunan permintaan dan melimpahnya persediaan di Indonesia

Dilansir dari The Star pada Rabu (27/7/2022), laporan dari lembaga konsultan komoditas LMC International menyebutkan, harga CPO acuan Malaysia sempat mencetak rekor pada awal tahun ini seiring dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Selain itu, larangan ekspor sementara yang diberlakukan Indonesia memperketat pasokan minyak konsumsi global.

Meski larangan tersebut telah dicabut, level ekspor CPO Indonesia saat ini belum kembali ke angka yang normal. Hal ini akibat adanya kewajiban pasokan domestik atau domestic market obligation (DMO) yang dibebankan kepada perusahaan – perusahaan untuk mendapat izin ekspor.

Head of Southeast Asia Region LMC International Julian McGill mengatakan, hal tersebut berimbas pada melonjaknya stok CPO dan pelemahan harga. Selain itu, harga CPO domestik Indonesia juga terimbas negatif akibat stok yang berlebih tersebut.

“Pasar akan melihat pelemahan harga seiring dengan kesulitan Indonesia dalam mengekspor stok CPO yang berlebih,” jelasnya.

Pekan lalu, pemerintah Indonesia mempertimbangkan untuk menghapus kewajiban penjualan domestik untuk ekspor CPO akibat tingginya stok domestik yang ikut menghambat pemulihan harga.

Lebih lanjut, McGill menambahkan indikasi jelas terkait melemahnya permintaan dan puncak masa produksi akan semakin membebani pasar.

“Ketika ekspor Indonesia kembali ke level yang normal, pasokan CPO nya akan masuk ke Malaysia sebagai produsen nomor dua di dunia,” pungkasnya.

Adapun, berdasarkan data dari Bursa Malaysia, hingga siang ini harga CPO kontrak teraktif terpantau turun 66 basis poin ke 3.721 ringgit per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga cpo cpo dmo minyak sawit
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top