Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Segera IPO, Importir Buah Segar Kumala Indonesia (BUAH) Bidik Penjualan Rp1,4 Triliun Tahun Ini

Segar Kumala Indonesia (BUAH) siap melantai di bursa dengan melepas saham sebesar 20 persen atau setara menerbitkan 200 juta lembar saham baru.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 26 Juli 2022  |  20:23 WIB
Segera IPO, Importir Buah Segar Kumala Indonesia (BUAH) Bidik Penjualan Rp1,4 Triliun Tahun Ini
Dari kiri - kanan, Direktur PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) Tony Soegiarto, Direktur Utama BUAH Renny Lauren, Direktur BUAH Vianita Januarini, dan Direktur PT Relience Sekuritas Indonesia Tbk Wilson Sofan saat menggelar konferensi pers rencana IPO di Surabaya, Selasa (26/7 - 2022). Bisnis / Peni Widarti
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH), salah satu importir dan pedagang besar buah-buahan dan sayuran memproyeksikan kinerja penjualan tahun ini bisa mencapai Rp1,4 triliun.

Direktur Utama BUAH, Renny Lauren mengatakan perseroan sangat optimistis dengan proyeksi tersebut, apalagi saat ini perseroan bersiap masuk lantai bursa dengan melepas saham sebesar 20 persen atau setara menerbitkan 200 juta lembar saham baru dengan penawaran awal Rp350-Rp400/lembar.

“Nantinya sebanyak 75 persen modal dari IPO akan ditempatkan untuk modal kerja perseroan, dan sebanyak 25 persen digunakan untuk pengembangan cabang baru perseroan, rencananya akan buka cabang di Palu ,” jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (26/7/2022).

Dia mengatakan hingga kini, perseroan sendiri sudah mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribed 3,24 kali sejak penawaran pertama pada 20 - 26 Juli 2022. Perseroan saat ini telah meraup dana segar sebesar Rp240 miliar.

“Kami bersyukur atas pencapaian di hari terakhir penawaran awal ini. Kami berharap langkah untuk segera melantai di BEI segera terealisasi sesuai rencana pada 9 Agustus 2022, dan masa penawaran umum perdana saham akan dilakukan pada 2-5 Agustus 2022,” jelasnya.

Renny mengatakan meski pandemi Covid-19 memukul perekonomian seluruh dunia, tetapi dalam 3 tahun terakhir ini perseroan masih dapat membukukan kinerja yang positif. 

Tercatat kinerja penjualan perusahaan dengan kode saham BUAH pada 2020 mencapai Rp769 miliar. Kemudian pada 2021, perseroan berhasil mencatatkan penjualan mencapai Rp1,021 triliun atau tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya dengan capaian laba bersih Rp37,28 miliar atau naik 35,54 persen dibandingkan 2020.

“Sedangkan untuk tahun ini kami menargetkan penjualan bisa mencapai Rp1,4 triliun, dan hingga kuartal I/2022 sudah tercapai Rp270 miliar,” ujarnya.

Direktur BUAH Tony Soegiarto mengatakan perseroan sangat optimistis terhadap pasar lantaran saat ini tren konsumsi buah-buahan dan sayuran segar di Indonesia terus meningkat, apalagi sejak Covid-19 tingkat kesadaran masyarakat terhadap konsumsi makanan sehat juga meningkat.

“Selain itu, saat ini kondisi tradisional market di Indonesia yang jumlahnya mencapai 15.000 pasar juga semakin memadai sehingga lebih nyaman dijangkau konsumen, begitu juga dengan modern market yang semakin banyak, termasuk toko ritel untuk dapat kita suplai buah-buahnya,” jelasnya.

Adapun saat ini perseroan sudah memiliki 9 cabang cold storage dan distribusi aktif yang tersebar di seluruh Indonesia. Perseroan juga memiliki 3 jalur distribusi utama yang berpusat di kota besar yakni Medan, Jakarta, dan Surabaya. Buah-buahan yang diimpor tiba di 3 pelabuhan utama tersebut untuk selanjutnya didistribusikan ke gudang penyimpanan cold storage perseroan.

“Untuk pasokan buah impor, kami telah bekerja sama dengan banyak suplier mancanegara seperti dari Asia, Australia, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Eropa hingga Timur Tengah,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Segar Kumala Indonesia ipo importir
Editor : Peni Widarti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top