Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Keluarga Dato Sri Tahir (MPRO) Bakal RUSPLB, Cari Pengganti William Tandiono

Maha Properti Indonesia (MPRO) masih menunggu keputusan pemegang saham terkait pengisi kekosongan posisi direktur utama yang ditinggalkan almarhum.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 25 Juli 2022  |  12:14 WIB
Emiten Keluarga Dato Sri Tahir (MPRO) Bakal RUSPLB, Cari Pengganti William Tandiono
Direktur Utama PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) William Tandiono tutup usia pada Sabtu, 23 Juli 2022.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Manajemen PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mengangkat direktur utama yang baru pengganti William Tandiono.

Seperti diketahui, menantu dari Dato' Sri Tahir dan Rosy Riady, William Tandiono tutup usia pada Sabtu, 23 Juli 2022.

William Tandiono yang lahir pada 4 Mei 1977 ini merupakan putra dari Mansjur Tandiono dan Lili Harsono. Beliau menjabat sebagai direktur MPRO sejak 17 Desember 2021.

Direktur Maha Properti Indonesia Suwandy mengatakan, untuk kandidat yang akan mengisi kekosongan posisi yang ditinggal almarhum, manajemen masih menunggu keputusan pemegang saham. Perusahaan akan menggelar RUPSLB secepatnya untuk perubahan pungurus tersebut setelah ada keputusan pemegang saham dan sesuai ketentuan berlaku.

“Terimakasih atas atensinya. Beliau meninggal di rumah kediamannya saat tidur, dan beliau diketahui selama ini sehat-sehat saja,” kata Suwandy kepada Bisnis, Senin (25/7/2022).

Saat ini emiten properti berkode saham MPRO ini berencana untuk membangun rumah tapak di komplek The Kahyangan di Solo Baru, Sukoharjo, pada akhir 2022.

Adapun anak usaha MPRO, PT Trixindo Selaras masih melanjutkan dan mempersiapkan pembangunan Apartemen Thames dalam kawasan hunian yang berlokasi di Jl Ciledug Raya No 25, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang telah diberi nama Simprug Signature.

Adapun, proyek lainnya yang masih dalam perencanaan yang akan dikembangkan selanjutnya adalah proyek Tanjung Layar Beachfront City di Makassar di atas lahan seluas 7 hektare yang akan dibangun apartemen, townhouse, dan shophouse.

Selain itu, ada proyek The Grand Maja di Maja, Lebak, Banten yang akan dikembangkan di atas lahan seluas kurang lebih 318 hektare yang akan dibangun perumahan, ruko, kawasan perkantoran, dan pusat perbelanjaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Maha Properti Indonesia dato sri tahir rupslb emiten properti william tandiono
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top