Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bank Indonesia Kembangkan Rupiah Digital, Pedagang Aset Kripto Sumringah

Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) menyatakan kesiapannya untuk membantu Bank Indonesia (BI) dan pemangku kepentingan lain dalam rencana pengembangan mata uang digital Indonesia atau Rupiah digital.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 21 Juli 2022  |  05:40 WIB
Bank Indonesia Kembangkan Rupiah Digital, Pedagang Aset Kripto Sumringah
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu kantor cabang BNI di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (30/6/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) menyatakan kesiapannya untuk membantu Bank Indonesia (BI) dan pemangku kepentingan lain dalam rencana pengembangan mata uang digital Indonesia atau Rupiah digital.

Ketua Umum Aspakrindo dan COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan pengembangan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau mata uang digital yang dirilis oleh bank sentral memiliki beberapa keuntungan. Menurutnya, transaksi melalui CBDC akan sangat efisien dan hemat biaya dalam memediasi pembayaran antar bank dan transaksi pinjaman.

Ia mengatakan, transaksi CBDC juga akan mengurangi kebutuhan uang tunai, rekening bank tradisional, dan bahkan layanan pembayaran digital.

Teguh mengharapkan CBDC dapat meningkatkan sistem moneter tradisional melalui transmisi kebijakan fiskal yang lebih mudah. Selain itu, CBDC juga dapat membantu pasar kripto dengan menjembatani kesenjangan antara layanan keuangan tradisional dan keuangan terdesentralisasi (DeFi).

“Selama ada interoperabilitas antara CBDC dan infrastruktur kripto yang ada, akan ada jalan tengah di mana keduanya dapat hidup berdampingan,” jelasnya dikutip dari laman resmi Tokocrypto, Rabu (20/7/2022).

Ia melanjutkan beberapa bank sentral, termasuk Reserve Bank of Australia, tengah menjajaki pengembangan bentuk CBDC pada platform berbasis Ethereum. Artinya, CBDC bisa menggunakan blockchain sebagai infrastruktur teknologinya, sama seperti kripto

Teguh menuturkan, sebagai pelaku pasar yang sudah familiar dengan teknologi blockchain, Aspakrindo siap melakukan diskusi dengan stakeholder untuk tahap eksperimen memahami bagaimana CBDC dapat diimplementasikan, baik menggunakan teknologi DLT-Blockchain maupun non-DLT.

“Dengan terbitnya CBDC, masyarakat bisa mengenal lebih tentang aset kripto dan blockchain. Mereka bisa mengetahui soal regulasi dan tujuan dari penggunaan aset kripto di Indonesia yang hanya sebatas komoditi bukan alat pembayaran. Kripto dapat diperdagangkan sebagai instrumen investasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) akan menerbitkan white paper terkait dengan pengembangan mata uang digital Indonesia atau Rupiah Digital. Bank sentral memastikan bahwa pengembangan digital currency ini akan memperhitungkan berbagai dampak yang ada.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni P. Joewono menuturkan mayoritas bank sentral dunia saat ini mulai melakukan tahapan riset dan percobaan penerbitan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau mata uang digital yang dirilis oleh bank sentral.

Menurut Doni, dalam perkembangannya saat ini, berbagai bank sentral di dunia cukup berhati-hati dan terus mempelajari berbagai kemungkinan atas dampak dari CBDC tersebut.

“BI terus mendalami CBDC dan akhir tahun ini berada pada tahap untuk mengeluarkan white paper pengembangan Digital Rupiah,” ujarnya dalam side event rangkaian G20 Finance Track di Nusa Dua, Bali, pekan lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia Rupiah digital aset kripto mata uang digital
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top