Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Siapkan Sejumlah Proyek Pembangkit Listrik, Arkora (ARKO) Siapkan Capex Hingga Rp250 Miliar

Arkora Hydro Tbk. (ARKO)  siapkan belanja modal untuk ekspansi usaha serta menguatkan lini bisnis pembangkit listrik.
PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO)
PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO)

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pembangkit listrik tenaga air PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) menyiapkan belanja modal Rp200 miliar - Rp250 miliar tahun ini. 

Direktur Utama ARKO Aldo Artoko, mengatakan perseroan berencana membelanjakan modal untuk proyek lainnya, yaitu Arkora Tenaga Matahari sekitar Rp20 miliar. Selain mengembangkan potensi potensi yang sudah dimiliki perseroan, ARKO juga berencana mencari peluang akusisi. 

Perseroan juga aktif mencari proyek hidro berpotensi besar di atas 25 MW guna merealisasikan visi perusahaan yaitu untuk meningkatkan bauran energi terbarukan di Indonesia melalui pengembangan potensi potensi tenaga air di tanah air. 

“Harapan ini didukung oleh kemampuan teknis, keuangan dan fundamental perusahaan yang kuat,” ujar Aldo dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (16/7/2022).

 

Aldo optimistis fundamental perseroan ke depan makin solid. Optimisme ini didukung antara lain oleh kinerja perseroan yang kian membaik dari masa ke masa. Pada 2021, perseroan telah membukukan pendapatan bersih sebesar Rp198,1 miliar pada 2021. 

Pencapaian ini meningkat sebesar Rp145,9 miliar atau melejit 280,23 persen, dari pendapatan perseroan sebesar Rp52,1 miliar pada 2020. Peningkatan pendapatan tersebut, mendorong perseroan meraih laba bersih Rp48,9 miliar pada 2021.

 

Aldo menambahkan, ARKO baru saja melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2022. Dalam aksi korporasi ini, perseroan meraup dana segar dari pasar modal sebesar Rp182,7 miliar.

 

Investor terlihat antusias menyambut saham ARKO. Hal itu terlihat dari tingginya minat selama masa penawaran, sehingga mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 10,89 kali.

 

“Tingginya antusiasme investor tersebut membuat perseroan melakukan penambahan penerbitan saham baru yang berasal dari portepel sebanyak 28.995.000 saham. Sehingga saham yang diterbitkan menjadi 608.895.000 saham, dari rencana semula 579.900.000 saham,” imbuh Aldo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper