Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Inflasi Naik, Bagaimana Penjualan Suku Cadang Grup Astra (AUTO)?

Emiten suku cadang otomotif Astra, PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) tetap optimistis dapat bertahan menghadapi tekanan inflasi dan nilai tukar rupiah yang melemah akibat suku bunga The Fed yang naik.
Pirelli Diablo Rosso Sport ring 14 ini hadir dalam beberapa ukuran yaitu 70/90-14, 80/90-14, 90/90-14, 80/80-14, 90/80-14, dan 100/80-14 yang dipasarkan secara eksklusif oleh Astra Otoparts melalui Planet Ban. /ASTRA OTOPART
Pirelli Diablo Rosso Sport ring 14 ini hadir dalam beberapa ukuran yaitu 70/90-14, 80/90-14, 90/90-14, 80/80-14, 90/80-14, dan 100/80-14 yang dipasarkan secara eksklusif oleh Astra Otoparts melalui Planet Ban. /ASTRA OTOPART

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten suku cadang otomotif Astra, PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) tetap optimistis dapat bertahan menghadapi tekanan inflasi dan nilai tukar rupiah yang melemah akibat suku bunga The Fed yang naik.

Direktur Astra Otoparts Wanny Wijaya menjelaskan sebagai industri penunjang otomotif perseroan mengacu pada target penjualan dari asosiasi, sehingga selama target tersebut belum direvisi, perseroan optimistis tetap dapat memenuhi targetnya hingga akhir tahun.

"Tentunya kami mengacu kepada target penjualan dari asosiasi. Tentunya jika target penjualan dari asosiasi berubah, kami pun sebagai industri penunjang otomotif akan mengikuti," terangnya kepada Bisnis, Kamis (14/7/2022).

Menurutnya, kenaikan suku bunga The Fed karena inflasi yang terus menerus di Amerika Serikat (AS), sampai saat ini melihat Bank Indonesia masih dapat mempertahankan suku bunga di Indonesia, karena inflasi di Indonesia belum setinggi AS.

Di sisi lain, emiten berkode AUTO ini menilai pemerintah Indonesia juga pasti akan menjaga sektor-sektor lainnya dengan memberikan berbagai intervensi sehingga daya beli masyarakat tidak tertekan akibat inflasi.

Jika kenaikan suku bunga berlanjut, kondisi tersebut bisa saja akan lebih berdampak ke bisnis otomotif khususnya pabrikan lalu bergeser kepada AUTO di lini bisnis pabrikan suku cadang.

"Alasannya, karena masyarakat yang membeli kendaraan secara kredit mungkin akan menahan pembelian kendaraan apabila suku bunga di Indonesia dinaikkan. Maka jika hal tersebut terjadi, kami optimistis AUTO mampu bertahan," jelasnya.

Di sisi lain, AUTO juga menyiasati kesulitan rantai pasok kebutuhan bahan baku saat ini. Apalagi belum pulihnya rantai pasok dunia dan China yang sempat lockdown.

"Untuk kebutuhan material produksi, kami telah lama menerapkan proses multisource sehingga hal ini tidak menjadi isu bagi proses produksi yang kami lakukan," tambahnya.

AUTO juga tentu melakukan pencarian material produksi dari lokal sekaligus untuk menambah nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri pada produk yang diproduksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper