Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Disuspensi 24 Bulan, Saham Atrium Senen (COWL) Bakal Delisting?

Emiten pengelola Plaza Atrium Senen, PT Cowell Development Tbk (COWL) berpotensi delisting dari pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah masa suspensi transaksi sahamnya genap dua tahun pada Rabu (13/7/2022).
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 14 Juli 2022  |  14:50 WIB
Disuspensi 24 Bulan, Saham Atrium Senen (COWL) Bakal Delisting?
Plaza Atrium, Senen. Pusat perbelanjaan ini merupakan salah satu proyek komersial yang dikelola PT Cowell Development Tbk. - cowelldev.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pengelola Plaza Atrium Senen, PT Cowell Development Tbk (COWL) berpotensi delisting dari pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah masa suspensi transaksi sahamnya genap dua tahun pada Rabu (13/7/2022).

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip Kamis (14/7/2022), suspensi sementara atas transaksi saham COWL ditetapkan pada 13 Juli 2020 berdasarkan pengumuman nomor Peng-SPT-00016/BEI.PP3/07-2020 dan Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa/

Mengacu pada regulasi tersebut, Bursa dapat menghapus efek perusahaan tercatat apabila emiten mengalami kondisi atau peristiwa yang secara signifikan berdampak negatif pada kelangsungan usaha, baik secara finansial maupun hukum dan tidak terdapat indikasi pemulihan yang memadai.

Sebagaimana diketahui, BEI menghentikan sementara transaksi saham COWL di seluruh pasar efek setelah perseroan tersebut mendapat permohonan pernyataan pailit keuangan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dan diputus pailit.

Akibat suspensi ini, saham COWL hanya diperdagangkan di pasar negosiasi dalam 24 bulan terakhir. Masa suspensi COWL telah mencapai 24 bulan pada 13 Juli 2022 dan berpotensi dihapus dari bursa.

Seiring dengan hal ini, Harijanto Thany telah mengundurkan diri sebagai Komisaris Utama COWL pada 28 Juni 2022. Saat ini, Dewan komisaris hanya diisi Adam Mingkay selaku komisaris independen. Adapun Irwan Susanto menjabat sebagai Direktur Utama dan Pikoli Sinaga sebagai Direktur.

Kepemilikan saham COWL terdiri atas PT Gama Nusapala sebesar 71,12 persen dari 4.871.214.021 saham yang diterbitkan perseroan. Selanjutnya terdapat Feral Investment Inc 14,35 persen dan Earvin Limited sebesar 8,12 persen serta sisanya masyarakat sebesar 6,41 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suspensi delisting cowell development bei
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top