Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MNC Energy (IATA) Tingkatkan Produksi Batu Bara 500.000 Ton Tahun Ini

Anak perusahaan PT MNC Energy Investments Tbk. (IATA), PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE), mengadakan acara First Cut of Mining yang untuk memulai produksi batu bara di konsesi 15.000 hektar yang berlokasi di Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 06 Juli 2022  |  13:41 WIB
MNC Energy (IATA) Tingkatkan Produksi Batu Bara 500.000 Ton Tahun Ini
Hary Tanoesoedibjo, Executive Chairman MNC Group. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Anak perusahaan PT MNC Energy Investments Tbk. (IATA), PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE), mengadakan acara First Cut of Mining yang untuk memulai produksi batu bara di konsesi 15.000 hektar yang berlokasi di Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

IBPE dengan luas 15.000 Ha, merupakan salah satu konsesi terbesar Perseroan. Konsesi ini belum mencapai potensi penuh karena masih dalam proses eksplorasi di sebagian besar area pertambangan.

“Saya yakin IBPE akan meningkatkan produksi Perseroan secara signifikan, serta meyakinkan investor bahwa Perseroan masih memiliki potensi berkembang dengan rencana output produksi yang lebih tinggi untuk tahun - tahun mendatang,” ujar Leader DS Daeli, Direktur IBPE dalam keterangan resmi, Rabu (6/7/2022).

IATA melalui IBPE telah menandatangani kontrak 5 tahun dengan kontraktor pada 9 Juni 2022 untuk memulai produksi dengan target sebesar 500.000 MT untuk tahun pertama, periode Juli-Desember 2022.

Selanjutnya, dalam 5 tahun, Perseroan menargetkan total output 7,5-8 juta MT atau 1,5 juta MT pada tahun kedua dan 2 juta MT setiap tahun untuk sisa kontrak (Tahun 3-5 dari Pit Corundum, Beryl, dan Amethyst).

IBPE mengekspor sekitar 75 persen produksi batu baranya ke negara-negara seperti India, China, Vietnam dan Thailand, sedangkan 25 persen sisanya dijual di dalam negeri untuk memenuhi Domestic Market Obligation ( DMO ).

Pit Corundum dan Beryl adalah 2 tambang yang akan ditambang dalam 2 tahun pertama. Sedangkan penambangan di Pit Amethyst akan dimulai pada tahun ketiga, bersamaan dengan pit-pit baru yang sedang dan akan disiapkan, mengingat luas area penambangan 15.000 Ha belum sepenuhnya dieksplorasi dan masih banyaknya area yang masih memerlukan proses verifikasi Komite Cadangan Mineral Indonesia ( KCMI ).

Saat ini, IBPE telah memiliki infrastruktur pertambangan yang dibangun dan disiapkan secara memadai, dengan pit dan disposal area di tambang hauling road yang membentang 2 hingga 5 Km dari pit port, jembatan timbang, dan kantor untuk kebutuhan administrasi.

Selain IBPE, 2 tambang Perseroan lainnya, melalui PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC) dan PT Putra Muba Coal (PMC), sudah dalam tahap produksi, dengan output 2,5 juta MT pada tahun 2021. Sedangkan PT Arthaco Prima Energy (APE) juga ditargetkan mulai berproduksi tahun ini.

“Perseroan sedang dalam tahap persiapan, dengan pembangunan hauling road dan port untuk mendukung proses produksinya APE,” ungkap Leader.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara mnc iata
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top