Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Profil Bank Jasa Jakarta yang Siap Dicaplok Astra ASII

PT Bank Jasa Jakarta (BBJ) yang akan diakuisisi oleh Astra digadang menjadi bank digital kombinasi investor luar dan dalam negeri.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 04 Juli 2022  |  13:03 WIB
Profil Bank Jasa Jakarta yang Siap Dicaplok Astra ASII
Kantor Bank Jasa Jakarta. PT Bank Jasa Jakarta (BBJ) yang akan diakuisisi oleh Astra digadang menjadi bank digital kombinasi investor luar dan dalam negeri. - bjj.co.id.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Astra International Tbk. (ASII) melalui anak usahanya PT Sedaya Multi Investama atau Astra Financial berencana mengakuisisi sebanyak 1.138.088 saham PT Bank Jasa Jakarta (BBJ) atau sekitar 49,56 persen dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor.

Sebelum Astra masuk, BBJ dimiliki oleh Iskandar Widyadi bersama dengan investor finansial teknologi asal Hong Kong WeLab Ltd. Pada akhir tahun lalu, WeLab Ltd mengakusisi 24 persen saham BBJ.

Dengan keberadaan investor asal Hong Kong ini, BBJ bakal menjadi bank digital kombinasi investor luar dan dalam negeri.

Corporate Secretary Astra International Gita Tiffani Boer dalam keterbukaan informasi menerangkan setelah akuisisi, Grup Astra bakal bermitra dengan Welab Ltd. dalam mengendalikan Bank Jasa Jakarta.

"Salah satu pemegang saham PT BJJ, Welab Sky Limited, akan meningkatkan kepemilikannya di PT BJJ, yang juga tunduk pada diperolehnya persetujuan OJK terhadap peningkatan tersebut. Setelah penyelesaian Rencana

Transaksi, Welab Sky Limited akan memiliki 49,56 persen dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor di PT BJJ," jelasnya, dikutip Senin (4/7/2022).

Berdasarkan Shares Subscription Agreement (SSA) yang telah ditandatangani Astra Financial dan BBJ, nilai transaksi pembelian Astra dari aksi korporasi ini mencapai Rp3,87 triliun.

Setelah penyelesaian Rencana Transaksi, SMI akan memiliki 1.138.088 lembar saham yang mewakili 49,56 persen dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor di PT BJJ.

“Penyelesaian rencana transaksi tersebut akan tunduk pada dipenuhinya seluruh persyaratan pendahuluan dalam SSA, termasuk persetujuan OJK terkait dengan rencana transaksi,” jelasnya.

Tujuan dari rencana transaksi adalah sebagai pengembangan usaha dan investasi SMI. Adapun rencana transaksi bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Dengan demikian, ASII dan WeLab akan memegang kepemilikan saham dengan besaran yang sama pada BBJ.

Astra Financial adalah divisi jasa keuangan Astra yang terdiri dari perusahaan pembiayaan, asuransi, dana pensiun, modal ventura, dan fintech.

Aset Astra Financial per 31 Maret 2022 tercatat sebesar Rp142 triliun, meningkat dari Rp135 triliun pada 31 Desember 2021.

Sejarah Bank Jasa Jakarta

Bank Jasa Jakarta dimiliki Iskandar Widyadi sejak 1984, dia sekaligus menjabat sebagai komisaris utama. Awal mulanya, Iskandar dan keluarganya memiliki seluruh saham bank ini melalui PT Widya Raharja Dharma dengan kepemilikan 70,91 persen dan PT Adikarta Graha 29,09 persen.

Bank Jasa Jakarta bermula dari sebuah Bank Pasar yang didirikan pada tahun 1971 dengan nama PT Bank Pasar Warga Grogol berkedudukan di Jakarta. Selanjutnya, pada 1975 diubah nama berganti menjadi PT Bank Pasar Warga Gembira dan pada tahun 1976 menjadi PT Bank Pasar Jasa Jakarta.

Iskandar mengawali karier di bidang usaha pada tahun 1952 sebagai pengusaha toko Tin Tin. Pada tahun 1955, mendirikan perusahaan CV Intisari yang bergerak di bidang perdagangan. Tahun 1972 menjabat sebagai Komisaris PT Grandtex yang bergerak di bidang pertekstilan.

Dia berpengalaman di bidang perbankan sejak 1974 dengan menduduki jabatan sebagai Wakil Presiden Direktur PT Bank International Indonesia sampai dengan 982. Hingga pada tahun 1984, dia mengambil alih kepemilikan Bank Pasar Jasa Jakarta yang statusnya masih sebagai Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Pada 1989, Iskandar meningkatkan status PT Bank Pasar Jasa Jakarta menjadi Bank Umum dengan nama PT Bank Jasa Jakarta.

Hingga saat ini, Bank Jasa Jakarta telah melayani nasabah dengan menawarkan berbagai varian produk perbankan dan finansial seperti produk simpanan (tabungan, deposito, dan giro), produk pinjaman (pinjaman kendaraan, pinjaman usaha, dan pinjaman rumah), serta layanan lainnya seperti EDC, money changer, pembayaran payroll, serta jaringan ATM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

astra astra international bank jasa jakarta profil asii
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top