Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emtek (EMTK) Mau Tambah Portofolio Rumah Sakit Tahun Ini, Akuisisi Lagi Nih?

Emtek (EMTK) tidak menutup akan menambah jumlah rumah sakit sebagai portofolio bisnis ke depan.
Dari kiri ke kanan: Direktur PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) Titi Maria Rusli, Wakil Direktur Utama Sutanto Hartono, Direktur EMTK Sutiana Ali, dan Senior Vice President Finance EMTK Sri Dewi dalam paparan publik EMTK, di Jakarta, Rabu (29/6/2022)/Bisnis-Annisa Kurniasari Saumi.
Dari kiri ke kanan: Direktur PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) Titi Maria Rusli, Wakil Direktur Utama Sutanto Hartono, Direktur EMTK Sutiana Ali, dan Senior Vice President Finance EMTK Sri Dewi dalam paparan publik EMTK, di Jakarta, Rabu (29/6/2022)/Bisnis-Annisa Kurniasari Saumi.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) atau Emtek menyampaikan akan memacu lini bisnis rumah sakit tahun ini dengan menambah jumlah rumah sakit milik perseroan.

Wakil Direktur Utama EMTK Sutanto Hartono mengatakan, saat ini EMTK memiliki enam rumah sakit yang dikelola Elang Medika Corpora (EMC Healthcare) dan dua rumah sakit yang dikelola PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK).

"Kami cukup optimistis ke depan bisnis rumah sakit cukup positif. Kami tidak menutup kemungkinan ke depan akan menambah jumlah rumah sakit," kata Sutanto dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Meski akan menambah jumlah RS, Sutanto tak merinci berapa jumlah rumah sakit yang akan ditambahkan ke portofolio emiten berkode saham EMTK ini.

"Tergantung kesempatan yang ada, jika ada RS yang sesuai, ya masuk. Tapi itu tadi kami tidak bisa prediksi," tutur dia.

Adapun tahun ini, EMTK menganggarkan belanja modal 50-60 persen lebih tinggi dari realisasi capex tahun lalu sebesar Rp450 miliar. Jika dihitung, belanja modal ini berjumlah sekitar Rp720 miliar.

Capex ini sebagian besar akan dialokasikan ke bisnis media dan layanan kesehatan perseroan. Menurut Sutanto, bisnis media perseroan akan menyerap belanja modal paling besar tahun ini, akibat kewajiban migrasi dari siaran televisi analog ke digital.

"Kami memang diwajibkan negara bermigrasi siaran dari analog ke digital, sehingga kami membangun infrastruktur," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper