Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS Dibayangi Resesi, Dharma Samudera (DSFI) Masih Optimistis Ekspor

Amerika Serikat merupakan kontributor utama pendapatan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) sehingga perusahaan terus memantau makro ekonomi negara tersebut.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 26 Juni 2022  |  13:17 WIB
AS Dibayangi Resesi, Dharma Samudera (DSFI) Masih Optimistis Ekspor
Direktur Utama PT Dharma Samudera Fishing Industries Ewijaya (dari kiri), Direktur Cynthia Handyoko, dan Direktur Ariyo Ali Suprapto memberikan keterangan pers usai rapat umum pemegang saham luar biasa di Jakarta. Amerika Serikat merupakan kontributor utama pendapatan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) sehingga perusahaan terus memantau makro ekonomi negara tersebut. - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten sektor perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) memantau perkembangan pasar Amerika Serikat, destinasi ekspor utama produk perseroan, seiring dengan risiko resesi yang membayangi negara tersebut akibat kenaikan suku bunga yang tajam.

Amerika Serikat merupakan kontributor utama pendapatan DSFI. Pada 2021, penjualan ke Negeri Paman Sam mencapai Rp408,64 miliar dari total Rp532,52 miliar yang diperoleh perseroan.

Direktur Utama Dharma Samudera Fishing Industries Ewijaya menjelaskan bahwa ekspor ke Amerika Serikat sampai Mei 2022 cenderung lancar. Meski demikian, DSFI terus memantau perkembangan ekonomi di negara tersebut.

“Ekspor ke Amerika Serikat sampai Mei 2022 masih berjalan lancar sesuai target, belum ada dampak resesi kondisi ekonomi di sana terhadap ekspor DSFI. Namun kami terus memantau perkembangan kondisi pasar Amerika Serikat, terutama untuk semester kedua tahun ini sebagai prinsip kehati-hatian sehingga perusahaan dapat mengantisipasi dampak resesi apabila ada ke depannya,” papar Ewijaya dalam jawaban tertulis kepada Bisnis, Minggu (26/6/2022).

Menghadapi risiko perlambatan ekonomi, Ewijaya mengatakan perseroan terus memaksimalkan laju bisnis dengan memperluas jaringan penjualan dan menambah pelanggan baru. DSFI juga menerapkan pendekatan pemasaran yang agresif dengan mengikuti pameran di luar negeri seperti pameran di Barcelona pada April 2022.

Dia juga memastikan DSFI akan berupaya memacu penjualan ekspor ke negara tujuan lainnya selain Amerika Serikat, tak terkecuali ke pasar domestik, dengan mengembangkan produk-produk yang diminati pasar.

Sampai akhir 2021, kontribusi pasar Amerika Serikat terhadap penjualan DSFI mencapai 76,74 persen. Sementara itu, kontribusi ekspor ke Eropa dan Australia masing-masing sebesar 11 persen dan 9 persen. Penjualan ke pasar domestik memiliki pangsa 4 persen dari total penjualan DSFI dan pasar lainnya sebesar 1 persen.

DSFI mencatatkan kenaikan kinerja pada kuartal I/2022 dengan penjualan sebesar Rp162,9 atau naik 20,87 persen secara tahunan jika dibandingkan dengan kuartal I/2021 sebesar Rp134,76 miliar. Mayoritas penjualan DSFI disumbangkan oleh ekspor produk fillet yang mencapai Rp98,09 miliar dan ekspor tuna Rp28,94 miliar. Adapun total ekspor mencapai Rp154,02 miliar, sementara penjualan lokal Rp8,87 miliar.

Ewijaya mengatakan realisasi penjualan sejauh ini masih sesuai ekspektasi perseroan, meski DSFI belum memiliki rencana spesifik untuk ekspansi. Perseroan menargetkan pendapatan tahun ini bisa menembus Rp650 miliar.

“Perseroan terbuka untuk menjajaki setiap peluang bisnis yang ada untuk ekspansi DSFI memperkirakan target penjualan Rp650 miliar pada tahun ini dapat tercapai,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor amerika serikat Resesi Kinerja Emiten dharma samudera fishing industries dsfi
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top