Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sektor Otomotif dan Farmasi Paling Rentan Terhadap Pelemahan Rupiah, Ini Sebabnya

Analis menyarankan investor sektor otomotif dan farmasi untuk wait and see terlebih dahulu, karena pelemahan rupiah bisa mengakibatkan adanya capital outflow di pasar modal.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 21 Juni 2022  |  13:26 WIB
Sektor Otomotif dan Farmasi Paling Rentan Terhadap Pelemahan Rupiah, Ini Sebabnya
Uang dolar dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (26/4/2022) Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perlambatan ekonomi global dan pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat yang mendorong reli dolar AS, meningkatkan kekhawatiran tentang depresiasi rupiah Indonesia. Hal tersebut membuat sebagian emiten rentan terhadap pelemahan rupiah.

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora mengatakan, terdapat dua sektor yang terdampak secara langsung akibat pelemahan rupiah. Sektor tersebut adalah sektor farmasi dan otomotif.

"Kedua sektor tersebut [sektor otomotif dan farmasi] mengimpor bahan baku farmasi dan spare part dari luar negeri, sehingga terkena sentimen negatif terhadap kenaikan rupiah," kata Andhika, dihubungi, Senin (20/6/2022).

Dengan dampak tersebut, menurutnya investor dapat melakukan wait and see terlebih dahulu. Pasalnya, lanjut Andhika, pelemahan rupiah bisa mengakibatkan adanya capital outflow di pasar modal.

Sebelumnya, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, pelemahan rupiah akan berdampak ke emiten yang melakukan kegiatan ekspor dan impor.

Menurut Nico, kondisi fiskal yang membaik, fundamental ekonomi kuat, memang menjadi salah satu bantalan ekonomi. Namun, hal ini menurutnya tidak cukup, karena tingkat suku bunga antar negara harus dijaga, begitu pula dengan imbal hasil.

"Kalau kita terlalu dekat suku bunganya dengan The Fed, capital outflow akan semakin besar. Kalau begitu rupiah melemah dan mengurangi keinginan orang untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya investor asing," ucapnya. 

Sementara itu, nilai tukar rupiah terpantau menguat 18 poin atau 0,12 persen ke level Rp14.818 per dolar AS pada pukul 13.27 WIB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif Rupiah farmasi emiten farmasi Emiten Otomotif
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top