Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Raih Laba Rp403 Miliar, Hillcon (HILL) Komitmen bagi Dividen 80 Persen setelah IPO

Setelah IPO, Hillcon bermaksud akan membagikan dividen kas kepada pemegang saham dalam jumlah sebanyak-banyaknya 80 persen dari laba bersih tahun buku 2021.
Calon emiten pertambangan PT Hillcon Tbk. menyebutkan akan melakukan paparan publik Penawaran Umum Perdana Saham pada Rabu (15/6/2022) di Jakarta. /Hillcon.
Calon emiten pertambangan PT Hillcon Tbk. menyebutkan akan melakukan paparan publik Penawaran Umum Perdana Saham pada Rabu (15/6/2022) di Jakarta. /Hillcon.

Bisnis.com, JAKARTA – Calon emiten pertambangan dan kontraktor PT Hillcon Tbk. (HILL) berkomitmen membagikan dividen setelah melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia.

Hillcon membukukan laba bersih Rp403,69 miliar pada 2021. Laba bersih tersebut melonjak dari Rp86,34 miliar pada 2020, dan Rp4,17 miliar pada 2019.

Peningkatan laba bersih terjadi seiring dengan peningkatan pendapatan. HILL membukukan pendapatan usaha Rp1,98 triliun pada 2021, naik dari Rp1,02 triliun pada 2020, dan Rp633,85 miliar pada 2019.

"Setelah Penawaran Umum Perdana Saham ini, Hillcon bermaksud akan membagikan dividen kas kepada pemegang saham dalam jumlah sebanyak-banyaknya 80 persen dari laba bersih tahun buku 2021," papar manajemen dalam prospektusnya.

Sebelumnya berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perubahan Anggaran Dasar PT Hillcon No. 29 tanggal 31 Juli 2021 yang dibuat di hadapan Liestiani Wang, S.H., M.Kn., Hillcon telah membagikan dividen final tahun buku 2020 dalam bentuk saham berdasarkan Keputusan Di Luar Rapat Para Pemegang Saham Sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tanggal 30 Juli 2021 sebesar Rp37,7 miliar.

Hillcon juga membagikan dividen interim atas tahun buku 2021 dalam bentuk saham berdasarkan Keputusan Direksi Perseroan tanggal 30 Juli 2021 dan telah disetujui oleh Dewan Komisaris berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris tanggal 30 Juli 2021 sebesar Rp206,4 miliar.

Untuk tahun selanjutnya, Hillcon bermaksud akan membagikan dividen kas kepada pemegang saham dalam jumlah sebanyak-banyaknya 30 persen dari laba bersih tahun buku yang bersangkutan setelah melakukan pencadangan laba bersih sesuai ketentuan yang berlaku dan dengan memperhatikan keputusan para pemegang saham dalam RUPS.

Dalam prospektusnya, manajemen Hillcon menyebutkan seluruh dana hasil dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan oleh entitas usahanya, PT Hillconjaya Sakti (HS).

"Sekitar 55 persen untuk modal kerja HS terkait dengan biaya produksi penambangan, termasuk diantaranya biaya terkait bahan bakar, gaji, biaya overhead, dan pemeliharaan alat-alat berat," seperti dikutip dari prospektus IPO Hillcon.

Selanjutnya, sekitar 45 dana IPO akan digunakan untuk belanja modal yang terdiri atas pembelian alat-alat untuk mendukung kegiatan operasional HS. Jenis alat yang akan dibeli yaitu berupa alat berat (main fleet dan supporting fleet) beserta sarana penunjang lainnya.

Dalam hal terdapat dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham yang belum direalisasikan, Hillcon akan menempatkan dana tersebut dalam instrumen keuangan yang aman dan likuid dengan tingkat suku bunga atau imbal hasil yang wajar.

Apabila dana yang diterima dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham tidak mencukupi, maka Hillcon akan menggunakan kas internal atau menggunakan pendanaan eksternal lainnya untuk membiayai kegiatan usaha sesuai dengan rencana penggunaan dana di atas.

Hillcon akan melaksanakan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Proses book building berlangsung pada 15 Juni-29 Juni 2022, dengan rentang harga IPO Rp250-Rp400.

Hillcon menawarkan 2.211.500.000 (2,21 miliar) saham dalam IPO atau 15 persen dari total saham yang dicatatkan. Dengan demikian, perusahaan berpotensi meraup dana IPO Rp552,5 miliar-Rp884,6 miliar.

Hillcon dijadwalkan akan melakukan paparan publik perihal rencana IPO hari ini, Rabu (15/6/2022). Berdasarkan laman resmi Hillcon, perusahaan ini berawal dari bidang konstruksi dan dibentuk pada 1995 dan kemudian mengembangkan sayap untuk memasuki dunia pertambangan pada 2004.

Dengan pengalaman dan keberhasilan Hillcon dalam bidang konstruksi dan mining yang semakin terpercaya maka semakin banyak proyek yang telah diselesaikan. Hillcon juga berencana ingin menambah Unit Usaha dalam bidang Properti dan Alat Berat.

Saat ini, Hillcon juga telah memiliki sejumlah anak usaha, pertama Hillconjaya Sakti (Kontraktor) bergerak di bidang pertambangan , pekerjaan tanah , pekerjaan konstruksi jalan , penyewaan alat berat , pembangunan daerah aliran sungai

Selain itu ada Hillcon Mining Indonesia yang bergerak di bidang pertambangan, Hillcon Jaya Land di bidang properti, Hillcon Motor Indonesia di bidang alat berat yang seuruhnya masih sedang dalam pengerjaan.

Sampai saat ini Hillcon telah menyelesaikan ratusan proyek baik besar maupun kecil dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, kesehatan kerja, keselamatan operasi dan lingkungan hidup.

Hillcon menunjuk tiga sekuritas yang akan bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Mirae Asset Sekuritas, dan PT Succor Sekuritas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper