Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indocement (INTP) Lanjut Buyback Saham, Habiskan Dana Rp3 Triliun!

Saat ini, dari anggaran Rp3 triliun yang digunakan untuk buyback saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) tersisa dana Rp728,02 miliar.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 07 Juni 2022  |  09:58 WIB
Indocement (INTP) Lanjut Buyback Saham, Habiskan Dana Rp3 Triliun!
Direktur Indocement Oey Marcos, Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya, dan Direktur Indocement David Clarke (kiri ke kanan) menyampaikan paparan kinerja PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) periode tahun berjalan per September 2020 secara daring, Selasa (10/11/2020). - Bisnis/Dwi Nicken Tari
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten semen, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) melanjutkan rencana pembelian kembali atau buyback saham perseroan senilai Rp3 triliun yang berlangsung sejak 2021 lalu. Sisa dana yang bakal digunakan untuk buyback mencapai Rp728,02 miliar.

Direktur dan Corporate Secretary Indocement Tunggal Prakarsa Oey Marcos menjelaskan pembelian kembali saham akan dilaksanakan paling lama 3 bulan setelah keterbukaan informasi disampaikan pada Selasa (7/6/2022). Artinya, periode pembelian kembali ini hingga 6 September 2022.

"Pembelian kembali saham perseroan akan dilakukan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku," katanya dalam keterbukaan, Selasa (7/6/2022).

Lebih lanjut, setelah buyback total aset perseroan mencapai Rp24,74 triliun dengan laba periode berjalan sebesar Rp182,55 miliar, ekuitas sebesar Rp19,39 serta laba per saham dasar mencapai Rp53,18 per lembar.

Emiten berkode INTP ini berharap buyback dapat memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor sehingga harga saham perseroan dapat mencerminkan kondisi fundamental yang sebenarnya.

Hingga kuartal I/2022, INTP mencatatkan pendapatan naik tipis 3,46 persen menjadi Rp3,55 triliun dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021 sebesar Rp3,43 triliun.

Adapun, beban pokok pendapatan juga turut meningkat menjadi Rp2,59 triliun dari Ro2,33 triliun sehingga laba bruto perseroan tergerus menjadi Rp960,44 miliar dari Rp1,09 triliun.

Kenaikan beban pokok pendapatan terutama meningkatnya biaya bahan bakar dan listrik menjadi Rp1,42 triliun dari Rp928,56 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu.

Selain itu, beban pengepakan juga naik menjadi Rp194,9 miliar dari Rp178,39 miliar.

Sementara itu, beban usaha perseroan juga naik menjadi Rp776,9 miliar yang turut menekan profitabilitas perseroan.

Dengan demikian, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 48 persen menjadi Rp182,55 miliar per kuartal I/2022 dibandingkan dengan Rp351,31 miliar pada kuartal I/2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indocement buyback saham Emiten Semen
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top