Ranch Market (RANC) Milik Grup Djarum Absen Bagi Dividen, Ini Alasannya

Emiten ritel milik Grup Djarum, PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC) absen membagikan dividen untuk tahun buku 2021.
Direktur PT Supra Boga Lestari Tbk. Harman Siswanto, Direktur PT Supra Boga Lestari Tbk. Maria Suwarni, Direktur Utama PT Supra Boga Lestari Tbk. Meshvara Kanjaya, dan Direktur PT Supra Boga Lestari Tbk. Suryati berfoto bersama setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Public Expose pada Jumat (24/7/2020)./Bisnis-Dwi Nicken Tari
Direktur PT Supra Boga Lestari Tbk. Harman Siswanto, Direktur PT Supra Boga Lestari Tbk. Maria Suwarni, Direktur Utama PT Supra Boga Lestari Tbk. Meshvara Kanjaya, dan Direktur PT Supra Boga Lestari Tbk. Suryati berfoto bersama setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Public Expose pada Jumat (24/7/2020)./Bisnis-Dwi Nicken Tari

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten ritel milik Grup Djarum, PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC) absen membagikan dividen untuk tahun buku 2021. Perusahaan memutuskan menahan laba untuk pengembangan bisnis.

“Dalam RUPST tadi diputuskan perusahaan tidak melakukan pembagian dividen. Kami akan fokus menggunakan laba 2021 untuk pengembangan usaha perseroan,” kata Direktur RANC Hady Purnomo dalam paparan publik, Selasa (31/5/2022).

Berdasarkan laporan keuangan, pengelola supermarket Ranch Market ini membukukan laba bersih sebesar Rp8,46 miliar. Laba bersih tersebut turun 88,72 persen dibandingkan dengan 2020 yang mencapai Rp75,06 miliar. Laba bersih per saham juga turun dari Rp48 per saham menjadi Rp5 per saham pada 2021.

Penurunan laba bersih RANC tidak lepas dari turunnya pendapatan bersih dari Rp3,01 triliun menjadi Rp2,88 triliun. Di sisi lain, beban penjualan perusahaan meningkat dari Rp398,62 miliar pada 2020 menjadi Rp460,35 miliar pada 2021.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur RANC Meshvara Kanjaya menjelaskan turunnya kinerja pendapatan pada 2021 turut dipengaruhi oleh terbatasnya aktivitas ekonomi di tengah gelombang lonjakan kasus Covid-19 varian delta pada kuartal II/2021 dan kuartal III/2021. Hal ini kontras dengan situasi 2020 ketika masyarakat cenderung berbelanja dalam jumlah besar di supermarket saat mobilitas terbatas.

“Perlu dicermati bahwa pendapatan kami di 2019 adalah Rp2,4 triliun dan nilainya naik menjadi Rp3,01 triliun pada 2020. [Dipicu] Pada saat gelombang Covid-19 muncul, konsumen panik, mereka berbondong-bondong belanja dan panic buying. Di 2021 situasi mulai normal, tetapi pengereman saat varian Delta berpengaruh ke pendapatan meski toko kami lebih banyak,” papar Meshvara.

RANC menjadi segelintir perusahaan yang melanjutkan ekspansi pada 2021 untuk segmen ritel supermarket. Perusahaan tercatat menambah 19 gerai baru di mana 11 di antaranya berasal dari merek yang baru diluncurkan perusahaan, yakni Farmers Family.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper