Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tinggal 16 Persen Lagi! Ini Sisa Pekerjaannya

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini ditargetkan bisa diuji coba pada akhir 2022 dan beroperasi di pertengahan 2023.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 18 Mei 2022  |  13:56 WIB
(ki-ka) Direktur Teknik & Produksi WIKA Beton Sidiq Purnomo, Komisaris PT KCIC Jeffrie N. Korompis, Direktur Prasarana Ditjen Perkeretapian Kemenhub Harno Trimadi, Direktur HR, SSHE & Asset PT KCIC Adhi Priyanto Putro, dan Direktur Utama WIKA Beton Kuntjara menekan tombol tanda rampungnya pengerjaan bantalan rel (slab track) Kereta Cepat jakarta Bandung, Rabu (18/5/2022) - Dok.Perusahaan.
(ki-ka) Direktur Teknik & Produksi WIKA Beton Sidiq Purnomo, Komisaris PT KCIC Jeffrie N. Korompis, Direktur Prasarana Ditjen Perkeretapian Kemenhub Harno Trimadi, Direktur HR, SSHE & Asset PT KCIC Adhi Priyanto Putro, dan Direktur Utama WIKA Beton Kuntjara menekan tombol tanda rampungnya pengerjaan bantalan rel (slab track) Kereta Cepat jakarta Bandung, Rabu (18/5/2022) - Dok.Perusahaan.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menargetkan penyelesaian lebih cepat untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Progres pengerjaan hingga saat ini sudah mendekati 84 persen sehingga perseroan optimistis dapat menyelesaikan proyek pada 2023.

Direktur KCIC Adi Priyanto Putro mengapresiasi pengerjaan slab track atau beton bantalan rel untuk KCJB dapat dirampungkan lebih cepat oleh PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON).

"Selesainya track slab ini dalam trase Jakarta-Bandung mewakili pekerjaan laying track, menunggu produk ini, terus terang begitu selesai sudah ditunggu produk ini, sudah terlihat track laying akan mengikutinya," jelasnya dalam seremoni produksi terakhir slab track KCJB, Rabu (18/5/2022).

Dia melanjutkan progres KCJB sudah mencapai 84 persen menuju 85 persen, menyisakan progres 15 persen yang diyakini dapat rampung sesuai jadwal.

Adapun, sisa pekerjaan KCJB tinggal 5-10 persen fox grider, 5 persen tracklaying, selanjutnya pemasangan rambu-rambu atau signaling, dan terakhir penyiapan kereta yang sudah selesai dan tinggal pemasangan.

"Tidak lupa kami mempersiapkan operasinya juga, personil, SOP, pelatihan, manajemen untuk operation dan maintenance," tambahnya.

Lebih lanjut, KCIC dan konsorsiumnya memiliki waktu setahun sesuai permintaan stakeholders agar pada Juni 2023 dapat beroperasi komersil.

"Wika Beton selesai dua pekan lebih cepat ini sangat berarti. Ini akan kami jadikan sebagai benchmark penyemangat member lain mengikuti lebih cepat dari target, kalau saja semua member dua pekan lebih cepat kita dapat tiga atau empat bulan lagi lebih cepat," katanya.

Di dalam proyek KCJB ini WIKA Beton tak hanya berpartisipasi pada produksi slab track, melainkan juga pembangunan struktur lintasan berupa produksi Bantalan Jalan Rel (BJR) atau railway sleepers dan penyediaan ready mix concrete melalui 4 batching plant yaitu batching plant Halim, batching plant Karawang, batching plant Walini, dan batching plant Baros.

"Memang saat ini pekerjaan signaling, track laying, tak bisa paralel, ini seri, mencapai memenuhi harapan semua stakeholders, kolaborasi Indonesia China track slab ini dapat berkolaborasi di struktur lainnya," tambahnya.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung setidaknya membutuhkan 30.177 unit slab track.

Secara teknis, slab track adalah landasan tempat rel bertumpu yang terbuat dari beton dan diikat dengan penambat rel. Slab track merupakan bentuk modern pengganti ballast yang berupa lempengan jalur beton untuk jalur kecepatan tinggi.

Slab track untuk proyek KCJB diproduksi sejak Januari 2021. Semula, slab track diproduksi oleh Sinohydro dengan porsi produksi 15.391 buah. Dalam perjalanannya dilakukan transfer teknologi dari Sinohydro pada kontraktor dalam negeri, yakni Wika Beton.

Setelah adanya alih teknologi dan pengetahuan, produksi slab track dilakukan sepenuhnya oleh kontraktor dalam negeri dengan melibatkan 283 tenaga kerja lokal. Wika Beton selaku kontraktor lokal bertanggung jawab atas produksi 14.786 unit slab track. Saat ini seluruh kebutuhan slab track sudah selesai diproduksi.

Bersamaan dengan proses produksi, sebagian slab track yang sudah selesai mulai dipasang di beberapa titik trase KCJB sejak akhir Desember 2021.

Rampungnya produksi slab track juga semakin memantapkan proses track laying yang sedang berjalan di trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Di sisi lain, PT KCIC bersama konsorsium kontraktor juga terus melakukan percepatan penyelesaian pembangunan. Baik itu pembangunan subgrade, bridge ataupun tunnel.

Diketahui jika progres keseluruhan proyek KCJB sudah mencapai 83,19 persen. Setiap harinya progres pembangunan terus dipantau baik dari sisi kecepatan dan kualitas pembangunan.

Dengan demikian, konstruksi KCJB diharapkan memiliki usia hingga 100 tahun sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan dan bisa dioperasionalkan sesuai dengan target yang ditentukan.

“Kami melakukan usaha yang terbaik agar proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini bisa diuji coba pada akhir tahun 2022 dan beroperasi di pertengahan tahun 2023,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur emiten konstruksi wika beton Kereta Cepat
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top