Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IDX Technology Ditekan BUKA dan GOTO, Bagaimana Strategi Investor Bertahan?

Saham-saham sektor teknologi yang tergabung dalam indeks IDX Technology tercatat telah mengalami penurunan 21,83 persen sejak awal tahun hingga saat ini atau year to date (YTD) akibat tekanan saham GOTO dan BUKA.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 17 Mei 2022  |  19:15 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022).  Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham sektor teknologi yang tergabung dalam indeks IDX Technology tercatat telah mengalami penurunan 21,83 persen sejak awal tahun hingga saat ini atau year to date (YTD) akibat tekanan saham GOTO dan BUKA.

Salah satu saham emiten teknologi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) misalnya, mendapatkan unusual market activity (UMA) dari Bursa Efek Indonesia (BEI) karena merosot tajam sejak listing.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Desy Israhyanti mengatakan, kenaikan suku bunga The Federal Reserve memang memberatkan kinerja perusahaan teknologi karena Bank Indonesia memiliki potensi untuk melakukan peningkatan suku bunga. Menurut Desy, hal ini tentunya akan mengangkat cost of fund emiten teknologi yang masih mencatatkan kinerja negatif untuk di masa yang akan datang.

"Rekomendasi strategi kami yaitu melakukan rotasi sektor yang sejalan dengan tren pemulihan ekonomi atau sektor yang sejalan dengan rencana kerja pemerintah," ujar Desy kepada Bisnis, Selasa (17/5/2022).

Dia melanjutkan, pihaknya melihat sektor seperti perbankan, infrastruktur, dan consumer non-cyclical menjadi salah satu sektor yang baik untuk dijadikan rotasi bagi investor.

Tidak hanya itu saja, kata dia, investor juga harus melakukan diversifikasi sektor dan menghindari saham yang terbebani dengan kenaikan suku bunga seperti properti. 

Desy menuturkan, pertimbangan mengurangi atau tidak portofolio saham tekniologi kembali lagi ke ekspektasi dan persepsi masing-masing investor. Apabila persepsi investor melihat suatu saham, dan tidak menoleransi perusahaan teknologi yang merugi, berganti sektor merupakan pilihan yang bijak.

"Namun, apabila persepsi investor mampu untuk menoleransi kerugian, dan bahkan yakin untuk memiliki ekspektasi potensi valuasi di masa yang akan datang, beli merupakan pilihan ketika sektor ini lagi mengalami koreksi," tuturnya.

Sementara itu, Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan, untuk trader saham bisa memanfaatkan technical rebound di sektor teknologi, seperti ke saham GOTO dan PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA).

"Namun, hati-hati kenaikannya hanya sesaat. Untuk investor jangka panjang, nampaknya masih perlu waktu untuk mendapatkan harga emiten-emiten teknologi dengan harga lebih murah karena pelaku pasar was-was dengan kenaikan suku bunga acuan," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Indeks BEI teknologi Bukalapak GoTo Gojek Tokopedia
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top