Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren IHSG Masih Bullish, Yakin Sell in May and Go Away?

BNI Sekuritas meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal mengalami penguatan pada perdagangan pasca libur panjang.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 09 Mei 2022  |  08:46 WIB
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — BNI Sekuritas meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal mengalami penguatan pada perdagangan pasca libur panjang.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar mengatakan memang terdapat peluang koreksi IHSG. Namun itu terbatas selama indeks berada di atas level 7.121 jika mengacu Dari indikator technical netral & closing di atas 5 day ma.

“IHSG masih bertahan di atas 7.090, menunjukkan trend masih bullish, candle bearish high wave, MACD weak bullish, stochastic netral, closing di atas 7.219 (5-day MA) & dominan sell power. IHSG selama di atas 7.090 target 7.297 sampai 7.355,” katanya Senin (9/5/2022).

Sementara itu, Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang menjelaskan selama Bursa Indonesia tutup merayakan Hari Raya Lebaran, terjadi pergerakan yang cukup dinamis, indeks di Wall Street diwarnai tekanan jual seperti: DJIA turun 1,21 persen dan indeks Nasdaq turun lebih dalam sekitar 2,74 persen sementara EIDO turun sekitar 0,72 persen.

Turunnya sejumlah indeks ini berpotensi menjadi sentimen negatif bagi perdagangan di awal pekan ini.

Sentimen negatif bagi perdagangan Senin ini juga datang dari naiknya yield obligasi AS hampir semua tenor meresponse naiknya FFR sebesar 50 bps seperti tenor 10 tahun naik ke level 3,142 persen serta turunnya harga beberapa komoditas seperti CPO turun 6,02 persen dan nikel 8,61 persen.

"Di lain pihak sentimen positif datang dari naiknya harga komoditas berbasis energi dimana harga harga batu bara naik sangat tajam sebesar 18,88 persen dan WTI Crude Oil naik 8,34 persen sehingga tidak berlebihan jika merekomendasikan strong buy saham berbasis batu bara dan minyak seperti IATA, ITMG, ADRO, PTBA, HRUM, INDY, UNTR, MEDC dan ELSA," paparnya Senin (9/5/2022).

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bni batu bara
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top