Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Menara Grup Djarum (TOWR) Raup Laba Bersih Rp3,42 Triliun di 2021

Sarana Menara Nusantara (TOWR) meraup laba bersih Rp3,42 triliun sepanjang 2021, naik 20,85 persen dari Rp2,83 triliun pada 2020.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 19 April 2022  |  13:24 WIB
Vice President Director Protelindo Adam Gifari (kanan) bersama Director Indra Gunawan menjelaskan tentang kinerja perusahaannya saat berkunjung ke kantor Redaksi Harian Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (24/1). - JIBI/Abdullah Azzam
Vice President Director Protelindo Adam Gifari (kanan) bersama Director Indra Gunawan menjelaskan tentang kinerja perusahaannya saat berkunjung ke kantor Redaksi Harian Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (24/1). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten menara PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) mencetak peningkatan kinerja sepanjang tahun 2021. Pendapatan maupun laba bersih perseroan tercatat tumbuh double digit sepanjang tahun lalu.

Emiten berkode saham TOWR ini membukukan pendapatan Rp8,63 triliun pada 2021. Pendapatan ini naik 15,98 persen dari Rp7,44 triliun dari tahun 2020.

Pendapatan sewa mendominasi pendapatan perseroan, yakni sebesar Rp8,01 triliun, naik 15,05 persen dari Rp6,96 triliun secara tahunan atau year-on-year (yoy). Sementara itu, pendapatan jasa perseroan tercatat sejumlah Rp485,9 miliar, meningkat 40,82 persen dari Rp345 miliar yoy.

Berdasarkan pelanggannya, PT XL Axiata Tbk. (EXCL) menjadi pelanggan terbesar TOWR dengan persentase terhadap pendapatan sebesar 29 persen pada 2021. TOWR mencatatkan pendapatan dari XL Axiata sebesar Rp2,23 triliun, naik 12,93 persen dari Rp2,19 triliun.

Menyusul di belakang XL adalah PT Hutchison 3 Indonesia sebesar Rp2,23 triliun, atau 26 persen terhadap persentase pendapatan perseroan. Kemudian PT Indosat Tbk. (ISAT) sebesar Rp1,28 triliun, dan PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel sebesar Rp1,21 triliun.

Dengan kinerja pendapatan tersebut, perseroan tercatat mampu mencetak laba bruto sebesar Rp6,29 triliun, naik 16,88 persen dari tahun 2020 sebesar Rp5,38 triliun. Begitu pula laba usaha TOWR yang meningkat 18,17 persen dari Rp4,56 triliun, menjadi Rp5,39 triliun pada 2021.

Emiten menara Grup Djarum ini pun mampu mencetak peningkatan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp3,42 triliun sepanjang 2021. Capaian laba bersih ini naik 20,85 persen dari Rp2,83 triliun pada 2020.

Sepanjang 2021, perseroan mencatatkan peningkatan total aset menjadi Rp65,8 triliun, meningkat signifikan dari Rp34,24 triliun di 2020. Naiknya aset perseroan ini akibat kas dan bank yang meningkat menjadi Rp4,74 triliun di pos aset lancar, lalu aset tetap yang bertambah menjadi Rp32,9 triliun dan goodwill senilai Rp15,4 triliun dalam pos aset tidak lancar perseroan.

Begitu pula dengan total liabilitas perseroan yang meningkat menjadi Rp53,76 triliun pada akhir 2021, dari Rp24 triliun di akhir 2020.

Total liabilitas jangka pendek TOWR naik menjadi Rp21,8 triliun akibat utang jangka pendek dan panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun ke pihak ketiga sebesar Rp14 triliun dari Rp3,9 triliun. Liabilitas jangka panjang perseroan juga naik menjadi Rp31,8 triliun karena meningkatnya utang jangka panjang ke pihak ketiga menjadi Rp17,9 triliun dari Rp7,6 triliun.

Adapun jumlah ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp12 triliun di akhir Desember 2021, dari Rp10,18 triliun di akhir Desember 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sarana menara nusantara Kinerja Emiten grup djarum emiten menara
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top