Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sentimen Global Mulai Mereda, Penawaran Lelang Sukuk Besok Bisa Tembus Rp20 Triliun

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR Kementerian Keuangan akan melelang 1 seri Surat Perbendaharaan Negara – Syariah (SPN-S) dan 5 seri Project Based Sukuk (PBS).
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 18 April 2022  |  18:30 WIB
Sentimen Global Mulai Mereda, Penawaran Lelang Sukuk Besok Bisa Tembus Rp20 Triliun
Ilustrasi Sukuk Negara Ritel. - JIBI/Nurul Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa (19/4/2022) berpotensi meraih penawaran hingga Rp20 triliun.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR Kementerian Keuangan, Senin (18/4/2022) seri yang akan dilelang adalah 1 seri Surat Perbendaharaan Negara – Syariah (SPN-S) dan 5 seri Project Based Sukuk (PBS).

Seri-seri tersebut adalah SPN-S 04102022 (reopening), PBS031 (reopening), PBS032 (reopening), PBS034 (reopening), PBS029 (reopening), dan PBS033 (reopening).

Target indikatif dari lelang sukuk 19 April 2022 ditetapkan senilai Rp9 triliun. Adapun pemerintah mengalokasikan pembelian nonkompetitif sebesar 50 persen dari jumlah yang dimenangkan untuk seri SPN-S dan 30 persen dari jumlah yang dimenangkan untuk seri PBS.

Chief Economist Bank Permata Josua Pardede memaparkan, lelang sukuk sebelumnya mengalami peningkatan permintaan di tengah ketidakpastian global akibat sentimen The Fed.

Ia memperkirakan tren ini akan berlanjut, seiring dengan sentimen tekanan global yang sudah mulai berkurang. Berkurangnya sentimen diperkirakan menjadi salah satu daya tarik dari Sukuk bagi para investor. 

"Penawaran masuk pada lelang minggu ini diperkirakan berkisar pada Rp18 tiliun - Rp20 triliun," katanya saat dihubungi pada Senin (18/4/2022). 

Josua melanjutkan, permintaan terbanyak masih jatuh pada seri-seri jangka pendek, seperti seri SPNS.Pada lelang-lelang sebelumnya, seri bertenor pendek masih menjadi salah satu favorit investor di tengah tren kenaikan imbal hasil obligasi AS atau US Treasury.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sukuk sukuk negara lelang sukuk
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top