Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Vidio.com Diperkirakan Moncer, Simak Rekomendasi Saham Surya Citra Media (SCMA)

Lini bisnis digital SCMA, Vidio.com, kini mengantongi dua lisensi tayangan FIFA World Cup 2022 serta English Premier League selama tiga musim.
Proses syuting sebuah program televisi di SCTV, salah satu stasiun televisi yang dikelola PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) /scm.co.id
Proses syuting sebuah program televisi di SCTV, salah satu stasiun televisi yang dikelola PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) /scm.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten media Group Emtek, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) mencetak pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun 2021. Dalam laporan kinerja keuangan, SCMA memperoleh pendapatan sebesar Rp5,93 triliun pada 2021 atau naik 16,25 persen dibandingkan dengan pendapatan 2020 sebesar Rp5,10 triliun.

Pendapatan iklan tercatat menyumbang sebesar Rp6,44 triliun, sementara pendapatan lain-lain sebesar Rp 736,49 miliar. Berdasarkan segmen, pendapatan dari bisnis televisi menjadi kontributor utama dengan nilai pendapatan Rp5,11 triliun.

Adapun kenaikan pendapatan ini turut diikuti dengan meningkatnya laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk SCMA. Laba bersih SCMA pada 2021 mencapai Rp1,34 triliun, naik 17,33 persen YoY dari realisasi 2020 sebesar Rp1,14 triliun.

Analis Samuel Sekuritas Muhammad Farras Farhan dalam risetnya menyebutkan pencapaian SCMA tersebut melampaui estimasi Samuel Sekuritas 102,2 persen dan proyeksi konsensus sebesar 100,9 persen. Ke depannya, lini bisnis digital SCMA diperkirakan bakal menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan.

Setelah memperoleh investasi US$150 juta dan membuat perusahaan memiliki post money valuation sebesar US$900 juta, lini bisnis digital SCMA yakni Vidio.com kini mengantongi dua lisensi tayangan FIFA World Cup 2022 serta English Premier League selama tiga musim.

“Pencapaian ini menjadi outlook positif bagi Vidio.com agar dapat mengkapitalisasi potensi pertumbuhan pengguna Vidio.com di 2022, yang kemudian akan mendorong pertumbuhan perusahaan,” katanya dalam riset yang dikutip Minggu (17/4/2022).

Segmen digital dan OOH diperkirakan bisa tumbuh sebesar 138 persen YoY pada 2022. Namun, sumber pendapatan SCMA yang mayoritas berasal dari free-to-air (FTA) diperkirakan bakal membuat pertumbuhan total terbatas di angka 17,6 persen YoY menjadi Rp6,9 triliun.

“Kami melihat pendapatan SCMA hanya akan tumbuh 17,6 persen YoY menjadi Rp6,9 triliun yang didorong oleh segmen FTA yang bertumbuh 5,1 persen YoY menjadi Rp5,2 triliun pada 2022,” paparnya.

Pertumbuhan segmen FTA yang melambat dibandingkan 2021, kata Farras, tak lepas dari risiko tertekannya belanja iklan yang dihadapi perusahaan FMCG akibat bertambahnya beban input dan kenaikan tingkat suku bunga.

Berdasarkan pertimbangan di atas, Samuel Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi buy  dengan target harga Rp340 per saham, dikoreksi dari target harga sebelumnya Rp490. Target harga ini setara dengan PE 2022 dikali 13,4.

Di sisi lain, bisnis SCMA berisiko menghadapi tantangan perang harga layanan OTT dan pemulihan ekonomi yang tidak sesuai ekspektasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper