Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alasan Indika Energy (INDY) Rela Jual Saham Petrosea (PTRO)

PT Indika Energy Tbk. (INDY) mengestimasi akan melakukan divestasi kepemilikannya di PT Petrosea Tbk. (PTRO) senilai Rp2,1 triliun sebelum 31 Mei 2022.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 15 April 2022  |  07:15 WIB
Alasan Indika Energy (INDY) Rela Jual Saham Petrosea (PTRO)
Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk, Arsjad Rasjid. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indika Energy Tbk. (INDY) akan menggunakan dana penjualan saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) sekitar Rp2,1 trilun untuk sejumlah alokasi, seperti mendukung investasi baru dan mendukung liabilitas.

“Rencana transaksi [penjualan saham PTRO] akan meningkatkan likuiditas dari hasil penjualan aham yang dijual sejumlah US$146,58 juta untuk mendukung investasi baru yang terdiversifikasi serta manajemen liabilitas,” jelas perseroan.

Kemampuan Indika Energy untuk menambah utang baru juga dapat dialokasikan untuk investasi baru yang memiliki aspek keberlanjutan yang dapat menjawab adanya kebutuhan bisnis keberlanjutan dari para stakeholders. Hal ini dapat membuka akses pendanaan yang lebih baik di pasar modal serta perbankan internasional.

Sebelumnya, Direktur Indika Energy Purbaja Pantja menyebutkan proses divestasi saat ini masih berjalan. Melepas PTRO akan menjadi bagian aksi korporasi INDY untuk memastikan punya portofolio yang imbang antara sektor batu bara dan non-batu bara.

“Divestasi Petrosea belum selesai, masih tanda tangan-tanda tangan. Ini seperti MBSS yang juga sempat lkita lepas juga. Jadi itu dalam konteks yang sama kenapa Petrosea menjalankan proses divestasi,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (4/4/2022).

Dalam melakukan divestasi PTRO, INDY diperkirakan bisa meraup sekitar US$146,58 juta atau 69,8 persen kepemilikan saham INDY di PTRO. Purbaja menjelaskan, alokasi dananya beragam mulai dari investasi hingga bayar utang.

“Itinya kita ingin me-recycle capital kita, bisa untuk investasi, untuk deleverage, bayar utang yang harus kita bayar juga. Ini kegiatan yang menjadi satu kesatuan. Bayar utang, pengembangan bisnis. Ini yang ingin kita lakukan sejak 2018,” jelasnya.

Dengan melepas Petrosea, INDY juga semakin dekat dengan rencana menyeimbangkan pendapatan dari bisnis batu bara dan non batu bara mencapai 50:50 pada 2025.

Sementara itu, INDY mengestimasi akan melakukan divestasi kepemilikannya di PT Petrosea Tbk. (PTRO) senilai Rp2,1 triliun sebelum 31 Mei 2022.

Indika Energy dalam penjelasaan di situs Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/4/2022), menyampaikan INDY dan PT Caraka Reksa Optima (CARA) sebagai pembeli saham PTRO telah menandatangani suatu Perjanjian Jual Beli Saham (PJBS) Bersyarat pada 18 Februari 2022.

Tanggal efektif ditetapkan pada 25 Februari 2022 sehubungan dengan rencana Indika Energy untuk menjual seluruh 704.014.200 lembar saham yang mewakili 69,80 persen kepemilikan saham INDY di Petrosea.

Manajemen INDY menegaskan tidak terdapat hubungan afiliasi antara perseroan dan pembeli sehingga Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020.

“Saat ini, Indika Energy dan Pembeli sedang dalam proses untuk memenuhi persyaratan pendahuluan dengan target pelaksanaan Rencana Transaksi yang jatuh paling lambat pada tanggal 31 Mei 2022 atau tanggal lainnya yang disepakati oleh Indika Energy dan Pembeli,” tulis manajemen INDY dalam keterbukaan informasi.

Setelah Rencana Transaksi selesai dilaksanakan, Petrosea tidak lagi menjadi entitas anak perusahaan Perseroan sehingga laporan keuangannya tidak lagi terkonsolidasi dalam laporan keuangan Perseroan.

Berdasarkan Laporan Keuangan INDY, laba bersih konsolidasian Perseroan sampai dengan 31 Desember 2021 adalah sebesar US$63,31 juta. Adapun, laba bersih konsolidasian Petrosea untuk tahun yang sama adalah sebesar US$33,95 juta.

Dengan demikian, laba bersih konsolidasian Petrosea dibagi dengan laba bersih konsolidasian Perseroan nilainya 53,62 persen atau lebih dari 50 persen.

“Sehingga rencana transaksi merupakan transaksi material berdasarkan POJK 17/2020 yang wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan RUPS,” ungkap manajemen INDY.

Tanggal Penyelenggaraan RUPSLB Indika Energ pada 20 Mei 2022, dan Pengumuman Ringkasan Risalah RUPSLB  24 Mei 2022.

Valuasi yang disepakati untuk seluruh saham ditempatkan dan disetor Petrosea adalah setara dengan jumlah rupiah dari US$210 juta. Dengan demikian, harga pembelian yang harus dibayar oleh Pembeli adalah 69,80 persen dari valuasi tersebut, yaitu nilai yang setara dalam mata uang Rupiah dari US$146,58 juta atau sekitar Rp2,1 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indika energy indy divestasi petrosea tbk
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top