Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dana Kelolaan Reksa Dana Akan Tumbuh pada Semester II/2022, Ini Faktor Pendukungnya

Tren pertumbuhan dana kelolaan akan mulai membaik pada paruh kedua tahun 2022 seiring dengan peningkatan IHSG.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 06 April 2022  |  18:30 WIB
ilustrasi investasi reksa dana
ilustrasi investasi reksa dana

Bisnis.com, JAKARTA – Dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksa dana diprediksi akan mulai tumbuh pada semester II/2022 seiring dengan prospek pemulihan ekonomi dan pasar saham.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu (6/4/2022), jumlah dana kelolaan reksa dana pada Maret, adalah sebesar Rp568,19 triliun. Jumlah tersebut turun 0,46 persen secara bulanan.

Selain itu, penurunan lebih kecil dibandingkan Februari yang sebesar 0,66 persen. Meski demikian jumlah AUM masih tumbuh 0,4 persen bila dibandingkan dengan posisi Maret 2021.

Direktur Utama Trimegah Asset Management Antony Dirga menjelaskan, pertumbuhan dana kelolaan di industri reksa dana di bulan Maret memang cenderung menurun secara ytd.

Hal ini disebabkan oleh kombinasi sentimen antara gerakan the Fed yang mulai menaikan suku bunga serta perang Rusia dan Ukraina yang hingga kini belum berakhir.

Secara spesifik, sentimen lain dari dalam industri reksa dana yang menghambat pertumbuhan AUM adalah disamakannya pajak untuk investasi obligasi secara langsung dan investasi obligasi di reksa dana.

“Untuk paruh pertama tahun ini, kemungkinan besar tren yang sama akan berlanjut,” katanya saat dihubungi, Rabu (6/4/2022).

Meski demikian, Antony meyakini, tren pertumbuhan dana kelolaan akan mulai membaik pada paruh kedua tahun 2022. Hal ini sejalan dengan prospek perkembangan pasar saham dengan target IHSG akhir tahun di level 7.800.

Selain itu, pelonggaran PPKM yang telah dilakukan juga akan berimbas positif terhadap kegiatan bisnis perusahaan-perusahaan. Hal ini akan meningkatkan animo investor untuk masuk ke pasar reksa dana.

“Animo ini juga akan didukung oleh efek multiplier yang positif dari harga komoditas yang tinggi,” pungkas Antony.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana dana kelolaan aum investasi reksa dana
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top