Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waskita Toll Road Bakal Lego 4 Ruas Jalan Tol Tahun ini

Waskita berencana berencana untuk kembali mendivestasi beberapa ruas tol yang dimiliki yaitu ruas tol Cimanggis – Cibitung, ruas tol Kanci – Pejagan, ruas tol Pejagan – Pemalang, dan ruas tol Pemalang – Batang.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 27 Maret 2022  |  20:59 WIB
Penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat (PJBB) atas dua ruas tol milik PT Waskita Toll Road kepada PT Sarana Multi Infrastruktur. - Istimewa
Penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat (PJBB) atas dua ruas tol milik PT Waskita Toll Road kepada PT Sarana Multi Infrastruktur. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Waskita Toll Road berencana untuk kembali melepas ruas jalan tol yang dimilikinya pada tahun ini. Terdapat empat ruas jalan tol yang masuk dalam pipeline perseroan untuk bisa dilego sepanjang 2022.

Direktur Utama Waskita Toll Road Septiawan Andri Purwanto mengatakan pihaknya berencana untuk kembali mendivestasi beberapa ruas tol yang dimiliki yaitu ruas tol Cimanggis – Cibitung, ruas tol Kanci – Pejagan, ruas tol Pejagan – Pemalang, dan ruas tol Pemalang – Batang.

"Proceed yang kami dapatkan akan digunakan untuk menyelesaikan proyel ruas tol yang sedang dibangun. Selain itu, divestasi yang telah kami lakukan juga dapat membantu transformasi bisnis Waskita Karya sebagai perusahaan induk kami,” ujarnya baru-baru ini.

Septian mengatakan, sampai dengan 2022, Waskita Toll Road telah berhasil mendivestasi sebagian dari ruas tol yang dimiliki sebagai bentuk asset recycle dengan total dana yang dikantongi dari divestasi tersebut senilai Rp9,24 Triliun.

Ruas–ruas tol yang berhasil didivestasi di antaranya ruas tol Solo – Ngawi dan Ngawi – Kertosono, ruas tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi, ruas tol Semarang – Batang, ruas tol Cinere – Serpong, dan ruas tol Cibitung – Cilincing.

Saat ini, terdapat 12 tol yang masih dimiliki oleh WTR dengan total panjang mencapai 653,69 kilometer (KM) dengan saham mayoritas yaitu ruas tol Kanci–Pejagan, Pejagan–Pemalang, dan Pasuruan-Probolinggo yang merupakan bagian dari ruas tol Trans Jawa, ruas tol Krian–Legundi–Bunder–Manyar.

Selanjutnya, ruas tol Pemalang–Batang, ruas tol Cimanggis–Cibitung, ruas tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu, ruas tol Ciawi–Sukabumi, ruas tol Kayu Agung–Palembang–Betung, sedangkan terdapat ruas tol Depok–Antasari, Cileunyi–Sumedang–Dawuan, dan Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat dengan kepemilikan minoritas.

“Divestasi merupakan sebuah prestasi bagi kami. Ini merupakan bukti bahwa ruas – ruas tol WTR memiliki value yang tinggi di mata investor, baik lokal maupun asing," jelasnya.

Selain divestasi, Septiawan mengatakam untuk mempercepat penyelesaian proyek pihaknya akan mendapatkan tambahan penyertaan modal negara senilai Rp3 triliun pada tahun ini yang ditujukan untuk menyelesaikan ruas tol Kayu Agung – Palembang – Betung tahap II.

Pada akhir 2021, Waskita Toll Road mendapatkan PMN sebesar Rp7,9 Triliun. PMN tersebut digunakan untuk mempercepat pembangunan beberapa ruas tol yang saat ini sedang dalam tahap konstruksi.

"Selain itu, PMN yang diterima juga tentunya akan meningkatkan kinerja keuangan badan usaha jalan tol yang sudah beroperasi sebagian. Hal ini juga akan berdampak pada perbaikan kinerja keuangan WTR dan juga Waskita Karya secara keseluruhan," jelasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN waskita karya divestasi waskita toll road
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top