Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja 2021: Laba Bersih Triputra Agro Persada (TAPG) Melonjak 29 Persen

Triputra Agro Persada (TAPG) mencatat laba bersih Rp1,19 triliun hingga 31 Desember 2021.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 Maret 2022  |  08:54 WIB
Penyelenggaraan RUPST PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) pada Jumat (25/6/2021). George Oetomo (Direktur), Budiarto Abadi (Direktur), Tjandra Karya Hermanto (Presiden Direktur), Toddy M Sugoto (Komisaris/ Pemimpin Rapat), Ir. Maruli Gultom (Komisaris Independen) dan Sutedjo Halim (Direktur). -  TAPG\r\n
Penyelenggaraan RUPST PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) pada Jumat (25/6/2021). George Oetomo (Direktur), Budiarto Abadi (Direktur), Tjandra Karya Hermanto (Presiden Direktur), Toddy M Sugoto (Komisaris/ Pemimpin Rapat), Ir. Maruli Gultom (Komisaris Independen) dan Sutedjo Halim (Direktur). - TAPG\r\n

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten sawit PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) membukukan kinerja cemerlang sepanjang tahun 2021, ditopang oleh hasil produksi yang stabil.

Berdasarkan keterangan resmi perseroan, Triputra Agro mencatat laba bersih Rp1,19 triliun hingga 31 Desember 2021, atau naik 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun, EBITDA naik 17 persen menjadi Rp2,2 triliun dibandingkan tahun 2020.

Peningkatan ini ditopang hasil produksi yang stabil karena mayoritas umur tanaman berada pada usia produktif, beban produksi yang terkontrol, dan peningkatan harga jual komoditas.

Presiden Direktur Triputra Agro Tjandra Karya Hermanto mengatakan perseroan mampu mempertahankan kinerja yang lebih baik pada tahun 2021 terlepas dari sejumlah tantangan seperti pandemi Covid-19 serta efek water deficit 2019 yang berakibat pada produksi di 2021 khususnya di kuartal keempat.

“Produksi perseroan berjalan dengan stabil, ditambah dengan harga Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK) yang tinggi, kemudian disertai beban produksi yang terkontrol sehingga hasil yang diperoleh meningkat tinggi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ujar Tjandra dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (25/3/2022).

Pada Desember 2021, perseroan menambah satu Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berlokasi di Kalimantan Tengah. PKS ini memiliki kapasitas produksi sebanyak 45 ton/jam, sehingga total PKS, baik perusahaan anak dan perusahaan asosiasi sebanyak 17 unit dengan total kapasitas produksi mencapai 950 ton/jam.

Hingga 31 Desember 2021, total aset TAPG naik 1 persen menjadi Rp12,4 triliun. Hal ini ditopang oleh kenaikan interest in joint venture dan aktiva tetap. Sementara itu, total liabilitas turun 18 persen menjadi Rp4,6 triliun.

Adapun, ekuitas TAPG per 31 Desember 2021 adalah Rp7,8 triliun, peningkatan berasal dari laba setelah pajak yang diperoleh Perseroan.

Tjandra mengatakan TAPG optimistis kinerja perseroan dapat terus berkembang pada tahun 2022 dikarenakan umur tanaman yang mayoritas masih berada pada umur produktif dengan rata-rata mencapai 11,3 tahun per 31 Desember 2021.

“Selain itu, iklim yang kondusif selama tahun 2020 hingga 2021, praktik Best Agronomic Practices dan pemupukan yang optimal menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan produksi Perseroan di tahun 2022.” Pungkasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt triputra agro persada TAPG
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top