Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukalapak Segera Buka Lock up, Sahamnya Mulai Spike Up

Harga saham PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) mulai menunjukkan agresivitas dengan naik secara signifikan atau spike up.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 24 Maret 2022  |  13:15 WIB
Warga menggunakan aplikasi Bukalapak di Jakarta, Selasa (18/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Warga menggunakan aplikasi Bukalapak di Jakarta, Selasa (18/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Harga saham PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) mulai menunjukkan agresivitas dengan naik secara signifikan atau spike up.

Pada perdagangan sesi I, Kamis (24/3/2022), harga saham teknologi itu ditutup naik 5,30 persen atau 16 poin menjadi Rp318 per saham. Selama perdagangan, harga BUKA berada pada rentang Rp296 sampai dengan Rp322.

Berdasarkan data RTI, jumlah saham yang beredar mencapai357,3 juta dengan transaksi sebanyak 11.484 kali. Adapun nilai perdagangan diperkirakan mencapai Rp110,4 miliar. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih sebanyak Rp23,82 miliar.

Meski demikian, selama tahun berjalan perseroan telah terkoreksi 26,05 persen. Sebagai informasi, saham bukalapak mulai menanjak menjelang pembukaan lock up  saham para investor strategis dengan total 54 pihak.

Sebanyak 32 pihak merupakam para Pemegang Saham Wajib Lock-Up. Mereka adalah (i) Achmad Zaky Syaifudin, (ii) PT Kreatif Media Karya, (iii) Archipelago Investment Pte. Ltd., (iv) Microsoft Corporation, (v) Standard Chartered UK Holdings Limited, (vi) Naver Corporation, (vii) Mirae Asset–Naver Asia Growth Investment Pte. Ltd., (viii) Star AA Ventures Limited, (ix) Peter Teng He Xu, (x) UBS AG, London Branch.

Selanjutnya, (xi) PT BRI Ventura Investama, (xii) PT Mandiri Capital Indonesia, (xiii) Genting Ventures VCC (bertindak untuk kepentingan Genting VCC Fund I) xiv) Sung Jin Kim (Kim Sung Jin), (xv) Jaeyoun Doh (Doh Jaeyoun), (xvi) Seungkook Lee (Lee Seungkook), (xvii) BonAngels Pacemaker Fund, (xviii) 500 Durians, L.P., (xix) 500 Kimchi, L.P., (xx) K-Run No. 1 Start-Up Investment Fund.

Berikutnya, (xxi) DKI Growing Star Fund II, (xxii) 500 Startups IV, L.P., (xxiii) Virdienash Haqmal, (xxiv) Clara Natalie, (xxv) Nandhika Wandhawa Putra Harahap, (xxvi) Rionardo, (xxvii) Phiong Tadhan Immanuel Yapi, (xxviii) Muhammad Rachmat Kaimuddin, (xxix) Teddy Nuryanto Oetomo, (xxx) Willix Halim, (xxxi) Natalia Firmansyah, dan (xxxii) pemegang saham lainnya yang terdiri dari 204 pemegang saham perorangan yang merupakan karyawan atau ex-karyawan.

Sementara itu, para pemegang saham BUKA selain dari Para Pemegang Saham Wajib Lock-Up dan RDPT Batavia Prospektif Sektoral 1 (Para Pemegang Saham Lock-Up Sukarela) telah sepakat untuk tidak menjual atau mengalihkan 90 persen sahamnya dalam BUKA sampai dengan 8 bulan setelah listing.

Sementara itu, sisa 22 pihak merupakan pihak yang secara sukarela melakukan lock up  saham. Berikut ini rincian daftarnya:

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham teknologi bri transaksi saham bukalapak Rachmat Kaimuddin
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top