Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Batu Bara Naik, Indocement (INTP) Nantikan Penerapan DMO

Indocement (INTP) belum mendapatkan skema harga khusus DMO batu bara sebesar US$90 metrik per ton dari para supplier batu bara.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 03 Maret 2022  |  16:41 WIB
Proses pemuatan kontainer berisi semen merk tiga roda. - indocement
Proses pemuatan kontainer berisi semen merk tiga roda. - indocement

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) menyampaikan hingga saat ini belum mendapatkan skema harga khusus domestic market obligation (DMO) di tengah kenaikan indeks harga batu bara.

Direktur INTP Antonius Marcos mengatakan, pihaknya belum mendapatkan skema harga khusus DMO batu bara sebesar US$90 metrik per ton dari para supplier batu bara.

"Kami berharap ada Petunjuk Pelaksanaan yg jelas dan terukur bagi coal supplier, maupun bagi kami produsen semen," ujar Antonius kepada Bisnis, dikutip Kamis (3/3/2022).

Dia melanjutkan, untuk kepentingan persaingan usaha yang sehat, maka harus dipastikan agar penerapan DMO bukan hanya dapat diakses oleh perusahaan BUMN atau perusahaan tertentu saja.

"Kami berharap semua produsen semen mendapatkan akses yang sama," ucapnya.

Adapun tahun ini, INTP menargetkan pertumbuhan kinerja di kisaran 3-4 persen, seiring optimisme masyarakat yang mulai bangkit. INTP berharap proyek infrastruktur dan properti mulai kembali menggeliat.

Hingga Januari ini, Antonius mencatat INTP mampu menjual 1,4 juta ton semen. Pencapaian ini lebih tinggi 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indocement intp harga batu bara domestic market obligation
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top