Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produsen Tolak Angin Sido Muncul (SIDO) Incar Peningkatan Laba 15 Persen, Yuk Simak Strateginya

Sido Muncul (SIDO) telah mempersiapkan beberapa strategi untuk pasar domestik dan ekspor guna mencapai target pertumbuhan pada 2022.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 22 Februari 2022  |  15:25 WIB
Produsen Tolak Angin Sido Muncul (SIDO) Incar Peningkatan Laba 15 Persen, Yuk Simak Strateginya
Sebuah iklan Tolak Angin produksi PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) terpampang di sebuah warung pinggir jalan di Jakarta, Minggu (16/2/2014). Bloomberg - Dimas Ardian
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen Tolak Angin, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) menargetkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih tahun ini mencapai 15 persen. Strategi peningkatan ekspor pun menjadi andalan.

Direktur Keuangan Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Leonard menuturkan telah mempersiapkan beberapa strategi untuk pasar domestik dan ekspor guna mencapai target pertumbuhan.

"Target pertumbuhan Sido Muncul baik penjualan dan laba bersih adalah di atas 15 persen masing-masing. Kami telah mempersiapkan beberapa strategi inisiatif baik untuk pasar domestik dan juga ekspor untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini," urainya kepada Bisnis, Selasa (22/2/2022).

Dengan target tersebut artinya laba bersih emiten berkode SIDO ini ditargetkan naik menjadi lebih dari Rp1,44 triliun, sedangkan pendapatan naik di atas Rp4,62 triliun.

Lebih lanjut, sejumlah inisiatif akan dieksekusi secara cepat dan disiplin untuk ekspansi di pasar domestik, salah satunya ekspansi jaringan distribusi untuk lebih merata ke seluruh pelosok Indonesia.

"Kami menargetkan kenaikan dari jumlah outlet yang menjual produk-produk Sido Muncul hingga kota-kota lapis ke-2 dan ke-3. Selain ekspansi offline channel, kami juga berfokus pada perngembangan online channel," tuturnya.

Saat ini, SIDO sudah bekerja sama dengan lebih dari 25 e-commerce di Indonesia baik platform B2B dan B2C. Beberapa produk baru juga telah disiapkan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Produk-produk ini siap diluncurkan pada 2022.

Sementara itu, strategi pasar ekspor fokus pada reaktivasi dan pemerataan distribusi terutama di negara-negara tujuan utama seperti, Nigeria, Malaysia, dan Filipina.

"Kami juga akan meluncurkan beberapa SKU baru di negara-negara tersebut. Tahun ini, kami juga akan melanjutkan eksplorasi dan penetrasi ke negara-negara ekspor tujuan baru, terutama negara-negara ECOWAS [Afrika Barat] dan Asean," paparnya.

Selain itu, produsen Tolak Angin ini akan fokus dalam pengembangan bisnis baru, yaitu minyak atsiri atau essential oil. Bisnis minyak atsiri ini baru dimulai pada kuartal IV/2021 dengan fokus tujuan negara ekspor ke Eropa dan USA.

Berdasarkan laporan keuangan yang tidak diaudit per 31 Desember 2021 yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia, emiten berkode SIDO ini menghasilkan kinerja penjualan melonjak menjadi Rp4,02 triliun naik 20,53 persen dari periode tahun penuh 2020 sebesar Rp3,33 triliun.

Seiring kenaikan penjualan, beban pokok penjualan juga turut meningkat menjadi Rp1,73 triliun dari Rp1,49 triliun, sehingga laba bruto perseroan tercatat meningkat menjadi Rp2,28 triliun sepanjang 2021 dari Rp1,83 triliun pada 2020.

Selain itu, Sido Muncul juga mencatatkan beban penjualan dan pemasaran yang meningkat menjadi Rp556,44 miliar sepanjang 2021 dibandingkan dengan Rp492,33 miliar pada 2020.

Beban umum dan administrasi turun menjadi Rp169,56 miliar dari Rp200,65 miliar, sedangkan beban lain-lain naik tipis menjadi Rp4,89 miliar dari Rp4,32 miliar.

SIDO juga mencatatkan pendapatan lain-lain meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp21,56 miliar dari Rp9,56 miliar.

Dengan demikian, setelah dikurangi beban panjang dan lain-lain, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 34,99 persen menjadi Rp1,26 triliun dari Rp929,75 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten jamu sido muncul SIDO
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top