Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Simak! Produksi Minyak Sawit Mentah Salim Ivomas (SIMP) 2016-2020

Produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) tidak pernah kurang dari 700.000 ton antara 2016 hingga 2020.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 20 Februari 2022  |  13:00 WIB
Beberapa produk besutan PT Salim Ivomas Pratama Tbk.
Beberapa produk besutan PT Salim Ivomas Pratama Tbk.

Bisnis.com, JAKARTA – Produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) tidak pernah kurang dari 700.000 ton antara 2016 hingga 2020.

Pada 2016, anak usaha Grup Salim itu memproduksi CPO sebanyak 833.000 ton. Adapun, pada tahun selanjutnya perseroan meningkatkan produksi hingga 842.000 ton.

Puncak produksi terjadi pada 2018 yang menyentuh level 921.000 ton. Sementara itu, pada 2019 dan 2020 terjadi penurunan produksi menjadi 840.000 ton dan 737.000 ton.

Adapun sampai dengan 2020, luas kebun sawit Salim Ivomas mencapai 253.061 hektare. Luas tanaman dewasa mencapai 211.626 hektare sedangkan yang belum dewasa hanya 41.435 hektare.

Kebun-kebun Salim Ivomas tersebar dari Sumatera hingga Kalimantan. Misalnya, Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Dari sisi penjualan, SIMP selalu membukukan jumlah yang konsisten antara 2016 hingga 2020 di kisaran 800.000 ton. Misalnya pada 2016 penjualan CPO sebesar 826.000 ton, 2017 880.000 ton dan 2018 882.000 ton.

Puncak penjualan CPO terjadi pada 2019 sebesar 882.000 ton dan turun tajam pada 2020 menjadi 748.000 ton.  

CPO adalah bahan baku untuk membuat minyak goreng. Adapun, SIMP merupakan produsen dari minyak goreng merek Bimoli dan Delima. Lalu, margarin seperti Simas, Palmia hingga Malinda.

Sementara itu, Satgas Pangan menemukan tumpukan 1,1 juta kilogram atau 1.100 ton minyak goreng  kemasan di salah satu gudang SIMP di Deli Serdang, Sumatra Utara. Perusahaan menyebutkan minyak goreng tersebut merupakan pesanan dan siap dikirim.

Dalam keterbukaan informasi, SIMP menyebutkan bahwa pabrik minyak goreng perusahaan memprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng di pabrik mi instan Grup Indofood yang tersebar di seluruh Indonesia termasuk di Deli Serdang.

"Hal ini demi memastikan kebutuhan pangan tersedia suplainya dengan baik," tulis perusahaan pada Sabtu malam (19/2/2022).

Adapun 1.100 ton minyak goreng temuan Satgas Pangan setara dengan 80.000 ton karton untuk pengiriman 2 sampai 3 hari. Satgas Pangan mengatakan minyak goreng merek B ditemukan di tengah kelangkaan stok di ritel modern.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG cpo Kinerja Emiten minyak goreng grup salim
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top